Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Konsultasi Syariah » Lainnya » Hukum Membakar Kemenyan
Ustadz Aang Asy'ari, Lc
 
Konsultasi Syariah bersama Ustadz Aang Asy'ari, Lc
Pengajar di PP Mursyidul Falah Kuningan dan Dosen di beberapa Perguruan Tinggi

Kirim Pertanyaan

Hukum Membakar Kemenyan
Pertanyaan : Bagai mana hukumnya membakar kemenyan? beserta dalilnya dan haditsnya
Rabu, 07 Maret 2012 08:08 WIB | muhammad hamim , paiton Probolinggo jawa timur

Jawaban : Hukum bakar dupa atau kemenyan seperti yang biasa terjadi ketika acara pengajian akbar, perayaan maulid, misalnya, hukum adalah sunah. Karena tujuannya adalah untuk membuat wangi ruangan. Dupa mempunyai aroma harum. Dan pemakaian dupa kalau digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan Islam maka hukumnya berubah haram.

Artinya hukum membakar kemenyan/dupa  tergantung niatnya. Kalau niatnya, untuk mensukseskan proyek yang sedang digarap atau supaya tanamannya subur atau mendatangkan roh, jin dan hal-hal yang bertentangan dengan Islam, maka hukumnya haram. Dalam al-Baqarah ayat 186 ditegaskan bahwa yang bisa mengabulkan permintaan sebuah doa dan harapan adalah Allah SWT.





Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa