Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Konsultasi Syariah » Lainnya » Melihat Kemaluan Sendiri?
Ustadz Aang Asy'ari, Lc
 
Konsultasi Syariah bersama Ustadz Aang Asy'ari, Lc
Direktur Eksekutif Aswaja Center & Dosen UNISA Kuningan

Kirim Pertanyaan

Melihat Kemaluan Sendiri?
Pertanyaan : Assalamu`alaikum Wr. Wb. Ustadz bagaimana hukum melihat kemaluan sendiri?
Kamis, 25 Desember 2014 07:08 WIB |

Jawaban :

Wa`alaikum Salam Wr. Wb.

Syaikh Muhammad bin Salim bin Sa`id mengatakan bahwa melihat kemaluan itu hukumnya tidak haram, hanya makruh.

, .

Adapun bagi seorang suami dan seorang istri tidak di haramkan ketika masih hidup melihat sesuatu dari badan istrinya atau badan dirinya hingga melihat kemaluannya, tetapi hal itu hukumnya makruh, walaupun ketika bersenggema.(Is`adu al-Rofiq wa bughiyatu al-Shodiq, 2/66).

Sementara Imam Ali al-Syaukani mengatakan bahwa ketika tidak ada keperluan, hukum seseorang melihat kemaluannya sendiri adalah haram, hal ini berdasarkan hadits Nabi Saw. Apabila kamu mampu untuk tidak terlihat (aurat) oleh seseorang pun, maka lakukanlah. (al-Bukhari 1/385, Abu Dawud 4017).

Beliau berpendapat bahwa hukum asal sebuah larangan hakikatnya adalah haram kecuali ada dalil yang mengeluarkan dari makna asalnya, dan menurut beliau dalam kasus ini tidak ada dalil yang mengarah untuk mengeluarkan dari hukum asal tersebut. (Al-Sail al-jarar la-Mutadafiq `ala Hadaiqi al-Azhar)





Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa