Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Konsultasi Syariah » Shalat » Shalat Sunah Rawatib?
Ustadz Aang Asy'ari, Lc
 
Konsultasi Syariah bersama Ustadz Aang Asy'ari, Lc
Direktur Eksekutif Aswaja Center & Dosen UNISA Kuningan

Kirim Pertanyaan

Shalat Sunah Rawatib?
Pertanyaan : Assalamualaikum Wr. Wb. Ustadz, ana mau tanya, Apakah ada salat sunah (rawatib) yang dilaksanakan sebelum salat fardlu Ashar (qabliyyah Ashar) dan berapakah rakaat yang dianjurkan? Sebagian orang mengatakan hanya dua rakaat, namun ada juga yang mengatakan empat rakaat. Pendapat manakah yang benar?
Jum'at, 23 Januari 2015 07:32 WIB |

Jawaban :

Wa`alaikum Salam Wr. Wb.

Penanya yang budiman, salat rawatib adalah salat sunah yang mengikuti salat fardhu baik sebelum atau sesudahnya yang biasa dilanggengkan oleh Rasulullah saw. Beliau selalu melaksanakan salat sunah rawatib, bahkan apabila tidak sempat melaksanakannya secara ada` (dalam waktunya) maka beliau akan meng-qadha-nya (mengganti) di luar waktunya. Seperti keterangan dalam hadis Muslim:

- - .

 

Abu Salamah ra.bertanya kepada Aisyah ra. tentang dua sujud (rakaat) yang telah Rasulullah saw. kerjakan setelah salat asar. Aisyah ra.menjawab bahwa dua sujud tersebut adalah dua sujud sebelum asar tapi karena ada kesibukan atau lupa, beliau mengerjakannya setelah asar kemudian beliau melanggengkannya. Dan beliau apabila pernah mengerjakan sebuah salat maka akan melanggengkannya. (Nomor Hadis 835).

Kata rawatib adalah bentuk jamak dari kata ratibah yang artinya tetap, karena salat rawatib tetap selalu dilaksanakan oleh Rasulullah saw. Tentang anjuran salat rawatib ini ada beberapa hadis yang menjelaskan tentang keutamaannya. Di antaranya hadis yang terdapat dalam kitab Sahih Muslim yang diriwayatkan oleh Ummi Habibah, istri Rasullullah saw. Yaitu:

 

 

Tidaklah seorang hamba muslim melaksanakan salat karena Allah swt. setiap hari sebanyak dua belas rakaat sebagai tambahan (bukan fardhu) melainkan Allah membangunkan baginya sebuah rumah di surga. (Nomor Hadis 728)

Hadis di atas memotivasi kita agar membiasakan diri melaksanakan salat sunah minimal dua belas rakaat setiap harinya, karena setiap orang pasti mengharapkan masuk surga apalagi telah disediakan rumah atas amal mengerjakan dua belas rakaat setiap harinya. Dalam masalah pelaksanaannya ada beberapa hadis yang berbeda redaksi tentang penempatan dan jumlah rakaat.Menurut riwayat Aisyah ra.dalam sunan Abi Dawud menjelaskan bahwa dua belas rakaat itu adalah empat rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelah dzuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum subuh  tanpa menyebutkan salat sunah qabliyah asar dan magrib.

 

.

 

Dari Abdullah bin Syaqiq ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah tentang salat sunah Rasulullah saw, beliau menjawab: “Rasulullah saw. salat sebelum dzuhur empat rakaat di rumahku kemudian keluar dan salat bersama para sahabat kemudian pulang ke rumahku dan salat dua rakaat. Beliau salat magrib bersama para sahabat kemudian pulang ke rumahku dan salat dua rakaat.Beliau salat isya bersama para sahabat kemudian masuk ke rumahku dan salat dua rakaat.Beliau mengerjakan salat malam sembilan rakaat termasuk witir.Beliau mengerjakan salat malam dengan waktu yang lama terkadang sambil berdiri, terkadang sambil duduk, ketika membaca sambil berdiri maka beliau ruku` dan sujud dari berdiri.Apabila membaca sambil duduk maka ruku` dan sujud dari duduk. Ketika fajar  terbit beliau mengerjakan salat dua rakaat, kemudian keluar dan salat subuh bersama para sahabat”. (nomor hadis 1251)

Namun dalam salah satu hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Umar menjelaskan sebelum dan setelah dzuhur hanya dua rakaat, sehingga menurut riwayat ini ada ruang untuk dua rakat sebelum asar karena jumlahnya baru sepuluh rakaat. Sedangkan riwayat disunahkannya qabliyah asar  terdapat dalam dua kitab sunan yaitu: Abu Dawud (nomor hadis 1251) dan al-Tirmidzi (nomor hadis 430) dari riwayat Ali ra. dan Ibnu Umar ra.

 

 

Dari Ibnu Umar, beliau berkata, Rasulullah saw bersabda: semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan empat rakaat sebelum (fardhu) asar.

Dari Ali as.bahwa sesungguhnya Nabi Saw mengerjakan salat sebelum asar dua rakaat. (nomor hadis 1272)

Dua riwayat hadis di atas berbeda dalam jumlah rakaat yang dianjurkan, riwayat Ibnu Umar mengatakan empat sedangkan riwayat Ali hanya dua. Menurut Imam Nawawi, dalam kitab sahihain; al-Bukhari dan Muslim tidak terdapat riwayat yang menyebutkan dianjurkannya kesunahan qabliyahal-asar  (mungkin hal ini yang menyebabkan sebagian orang berpendapat bahwa melaksanakan salat sunah qabliyah al-asar tidak dianjurkan) padahal maksudnya adalah tidak ada riwayat satu paket yang secara lengkap menyebutkan jumlah dua belas rakaat yang terdapat redaksi qabliyah asarnya, namun bukan berarti tidak ada sama sekali riwayat yang menuturkan disunahkannya salat qabliyah asar.

Adapun kesunahan salat qabliyah magrib terdapat dalam kitab sahih al-Bukhari yang diriwayatkan dari Abdullah al-Muzany:

:  

 

Dari Nabi saw bersabda: salatlah kalian semua sebelum magrib. Beliau bersabda pada perkataan yang ketiga, bagi yang menghendaki. (nomor hadis 1183).

Ada sebuah hadis dalam kitab Sahih al-Bukhari. (nomor hadis 627) dan Sahih Muslim (nomor hadis 838) yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal berbunyi:

 

- -

Di antara dua adzan (maksudnya adzan dan iqamat) ada salat, Rasulullah saw mengatakannya tiga kali dan pada perkataan yang ketiga beliau bersabda: bagi yang menghendakinya.

Dari hadis ini Imam Nawawi menyimpulkan adanya salat sunah qabliyah ashar dan maghrib. Tidak ada perbedaan antara ulama mengenai disunahkannya salat sunah sebelum ataupun sesudah salat fardhu (selain subuh dan asar) meskipun hitungannya melebihi dua belas rakaat.Sedangkan pembatasan jumlah dua belas rakaat tidaklah dimaksudkan membatasi, hanya menunjukan jumlah minimal rakaat. Jadi ketiadaan penyebutan dalam kitab sahihain tidak menafikan adanya penyebutan dalam kitab lain yang menuturkan rakaat qabliyah ashar.  

Kesimpulan:

a.       Salat sunah qabliyah Ashar dianjurkan dan termasuk sunah muakkad (yang dikukuhkan untuk dilaksanakan).

b.      Tidak disebutkannya qabliyah Ashar dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim bukan berarti tidak ada anjuran. Karena anjurannya terdapat dalam kitab lain.

c.       Jumlah rakaat salat sunah qabliyah ashar ada perbedaan riwayat; ada yang dua ada yang empat sama seperti perbedaan jumlah rakaat pada sunah qabliyah dan ba`diyah  dzuhur, tetapi keduanya dapat diamalkan. Ada ulama yang mengatakan dua rakaat muakkad dan dua rakaat lainnya tidak muakkad.

 

Wallahu A`lam





Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa