Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Konsultasi Syariah » Nikah » Nikah Via Telepon?
Ustadz Aang Asy'ari, Lc
 
Konsultasi Syariah bersama Ustadz Aang Asy'ari, Lc
Direktur Eksekutif Aswaja Center & Dosen UNISA Kuningan

Kirim Pertanyaan

Nikah Via Telepon?
Pertanyaan : Assalamua`laikum wr. wb. Ustadz saya ingin bertanya, bagaimana hukum akad nikah yang dilakukan melalui media elektronik seperti video call atau telepon? Terimakasih. Wassalamu alaikum wr.wb.
Rabu, 11 Februari 2015 10:21 WIB |

Jawaban :

Wa`alaikusalam Wr. Wb.

 

Penanya yang budiman, menikah adalah salah satu sunnah Rasulullah Saw. sebagaimana sabdanya:

 

النكاح سنتي فمن لم يعمل بسنتي فليس مني

artinya: nikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka bukan termasuk golonganku. (Sunan Ibnu Majah, hadis nomor 1846).

Menikah sangat dianjurkan oleh agama bagi mereka yang telah mampu baik secara fisik, mental, dan ekonomi. Dengan menikah seseorang akan terhindar dari tindakan asusila dan perbuatan keji. Dikisahkan dalam  sebuah hadis riwayat Athiyah bin Bisr, bahwa sahabat `Akkaf bin Wada`ah al-Hilali Ra. datang kepada Rasulullah Saw. kemudian beliau bertanya kepadanya: wahai `Akkaf apakah kamu punya istri? Ia menjawab: tidak. Lalu beliau bertanya lagi: apakah kamu punya budak perempuan? Ia menjawab: tidak. Lalu beliau bertanya lagi: bukankah kamu sehat dan memiliki kemampuan? Ia menjawab iya alhamdulillah. Beliau berkata: kalau begitu kamu termasuk saudaranya setan, adakalanya kamu seperti para rahib nasrani maka kamu sudah termasuk bagian dari mereka dan adakalanya kamu termasuk golongan kami maka lakukanlah seperti yang kami lakukan, dan termasuk sunnahku adalah menikah. Sejelek-jeleknya kalian adalah yang membujang dan mayit yang paling hina di antara kalian adalah yang membujang. Setan akan selalu menggoda orang-orang yang saleh baik laki-laki maupun perempuan kecuali yang telah menikah, mereka adalah orang yang suci dan terbebas dari perbuatan jelek. (al-Mu`jam al-Kabir, hadis nomor 158).

Akad nikah adalah sebuah prosesi yang sakral bahkan dalam al-Qur`an (an-Nisa: 21) digambarkan sebagai ميثاقا غليظا (janji yang kokoh), oleh karenanya ada beberapa syarat yang telah ditetapkan oleh para ulama yang harus dipenuhi ketika akad nikah berlangsung, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama: Syarat Ijab dan kabul adalah: 1. Yang melakukan akad sudah tamyiz; 2. Dilakukan dalam satu majelis; 3. Tidak ada perbedaan dalam kalimat ijab dan kabul; 4. Masing-masing dari yang melakukan akad mendengar apa yang diucapkan pihak lain. Melihat dari syarat yang kedua, akad nikah melalui media elektronik hukumnya tidak sah karena tidak dilakukan dalam satu mejelis, apalagi zaman sekarang di mana kecanggihan teknologi sudah semakin maju sehingga dimungkinkan terjadinya penipuan baik suara maupun rupa. Islam lebih menekankan kehati-hatian dalam hal kemaluan dan kehormatan daripada kehati-hatian dalam masalah muammalat dan lainnya.

 

Berikut beberapa nukilan dari para ulama:

1.      Kifayatul Akhyar (1/358): يشترط في صحة عقد النكاح حضور أربعة ولي وزوج وشاهدي عدل artinya: Disyaratkan dalam keabsahan akad nikah hadirnya empat orang: wali, calon suami, dan dua saksi.

2.      Tuhfatul Habib (4/135): ومن شروط الشاهدين السمع و البصر والضبط. (قوله والضبط) أي لألفاظ ولي الزوجة والزوج فلا يكفي سماع ألفاظهما في ظلمة لأن الأصوات تشتبه artinya: termasuk syaratnya saksi dua adalah mendengar, melihat, dan juga dhobt, (ucapan pengarang dhobt) maksudnya ialah tahu persis ucapan wali istri dan suami. Maka tidaklah cukup mendengarkan ucapan keduanya dalam kegelapan karena suara mengandung keserupaan.

Kesimpulan: Tidak sah melangsungkan akad nikah via media elektronik karena tidak kumpulnya mempelai laki-laki, wali, serta dua saksi sehingga dikhawatirkan terjadinya penipuan dalam akad nikah tersebut.

Waallahu A`lam





Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa