Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Konsultasi Syariah » Shalat » Menginterupsi Khutbah Jum`at?
Ustadz Aang Asy'ari, Lc
 
Konsultasi Syariah bersama Ustadz Aang Asy'ari, Lc
Direktur Eksekutif Aswaja Center & Dosen UNISA Kuningan

Kirim Pertanyaan

Menginterupsi Khutbah Jum`at?
Pertanyaan : Assalamu`alaikum Wr. Wb. Ustadz saya mau bertanya, bagaimana hukumnya ketika khatib pada salat jum`ah sedang khutbah kemudian ada orang menyela atau menginterupsi, apakah perbuatan orang tersebut dibenarkan atau tidak ? trima kasih jawabannya.
Rabu, 18 Februari 2015 08:27 WIB |

Jawaban :

Wa`alaikumsalam Wr. Wb.

 

Penanya yang dirahmati Allah Swt. hari jumat adalah hari termulia di antara hari-hari yang lain, bahkan hari jumat ini sudah biasa diagungkan pada masa jahiliyah,mereka menamakan hari jumat dengan hari `arubah. Pada hari itu terdapat waktu mustajab di mana tidak seorangpun yang berdoa tepat di waktu tersebut kecuali akan dikabulkan doanya. Ketika datang malam jumat sudah selayaknya kita mempersiapkan diri untuk mendapatkan anugerah yang Allah Swt sediakan pada malam tersebut, begitu pula pada siang harinya lebih-lebih ketika tiba waktunya salat jumat. Jangan sampai seseorang meninggalkan salat jumat karena ancamannya sangat berat, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. dalam kitab shahih muslim hadis no. 2039 :

 

لينتهين أقوام عن ودعهم الجمعات أو ليختمن الله على قلوبهم ، ثم ليكونن من الغافلين،

 

artinya: hendaknya kaum-kaum itu berhenti meninggalkan jumat atau Allah akan menutup hati mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang lupa (untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat). Di antara syarat jumat adalah adanya khutbah dua dan khutbah harus dilakukan secara khidmat dan khusu` tidak diperbolehkan bagi siapa pun berbicara ketika khutbah berlangsung.Karena akan kehilangan pahala jumat dan keutamaannya, ia akan kehilangan pengetahuan yang disampaikan khatib, padahal khutbah jumat adalah momen di mana seseorang mendapatkan siraman rohani, karena kapan lagi seorang akan  mendapatkannya kalau bukandi hari jumat ?! Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad bin Hanbal hadis no. 2033 dari Ibnu Abbas Ra. Berkata:

 

قَال َرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْه ِوَسَلَّمَ مَن ْتَكَلَّمَ يَوْم َالْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُو َكَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًاوَالَّذِي يَقُولُ لَهُ أَنْصِتْ لَيْسَ لَهُ جُمُعَةٌ

Artinya: Rasulullah Saw. bersabda: Barangsiapa berbicara pada hari jumat ketika imam sedang khutbah maka ia bagaikan keledai yang membawa buku-buku (tidak paham isinya), dan siapapun yang berkata kepada orang lain “diamlah” maka ia tidak mendapatkan jumat.

 Dalam menanggapi hadis di atas, kitab Ibanatul Ahkam menjelaskan sebagai berikut:

Menurut Imam Malik haram hukumnya berbicara ketika khutbah meskipun tidak terdengar khutbahnya. Pengikut Abu Hanifah berkata: hukumnya makruh tahrim meskipun tidak terdengar. Pendapat Imam Ahmad: haram bagi yang dekat tidak harambagi yang jauh. Sedangkan menurut Syafiiyah: hukumnya makruh tanzih bagi yang mendengar dan tidak makruh bagi yang tidak terdengar. Kecuali ketika ada darurat, maka diperbolehkan berbicara, seperti ketika memperingatkan adanya bahaya bahkan hukumnya wajib, (Ibanatul Ahkam, 2/83).

Namun bagaimana ketika seorang khatib berbicara kepada jamaah selain materi yang sedang disampaikan? Atau jamaahnya bertanya atau menyela pembicaraan khatib?. Dalam sebuah hadis riwayat al-Bukahri hadis no. 889 dan Muslim hadis no. 2057 dijelaskan:

عن عمرو سمع جابرا قال دخل رجل يوم الجمعة والنبي صلى الله عليه وسلم يخطب فقال أصليت قال لا قال قم فصل ركعتين

 

Artinya: Dari `Amr ia mendengar Jabir bin Abdillah berkata: seorang laki-laki masuk masjid sedangkan Rasulullah Saw. dalam keadaan khutbah, beliau berkata: sudahkah kamu salat? Dia menjawab: tidak, kemudian beliau berkata lagi: salatlah dua rakaat.

 

Dalam hadis ini bisa diambil beberapa hikmah: 1. Perintah khatib dan larangannya dalam rangka menjelaskan hukum tidak menyebabkan terpotongnya khutbah bahkan itu dianggap bagian dari khutbah, 2. Disunnahkan salat tahiyatul masjid meskipun khatib sedang khutbah (Ibanatul Ahkam 2/84). Hadis ini menunjukkan kebolehan khatib berinteraksi dengan jamaah walaupun sedang khutbah.Adapun mengenai jamaah yang bertanya atau interupsi, ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukari hadis no. 967 & 968 dan Muslim hadis no. 2115 dari sahabat Anas bin Malik Ra.:

أن رجلا دخل يوم الجمعة من باب كان وجاه المنبر ورسول الله صلى الله عليه وسلم قائم يخطب فاستقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم قائما فقال يا رسول الله هلكت المواشي وانقطعت السبل فادع الله يغيثنا قال فرفع رسول الله صلى الله عليه وسلم يديه فقال اللهم اسقنا اللهم اسقنا اللهم اسقنا

 Artinya: Seorang laki-laki masuk pada hari jumat dari pintu yang searah dengan mimbar, sedangkan Rasulullah Saw. sedangkan berdiri berkhutbah, kemudian si laki-laki ini menghadap kepada beliau dengan berdiri sambil berkata: wahai Rasulullah, hewan-hewan banyak yang mati dan jalan-jalan terputus, doakanlah kami agar Allah menurunkan hujan. Lalu Rasulullah Saw. mengangkatkedua tangannya sambil berdoa: Ya Allah turunkan hujan, Ya Allah turunkan hujan, Ya Allah turunkan hujan.

Hadis ini memberikan beberapa faedah: 1. Bolehnya mengajak bicara imam dalam keadaan khutbahnya karena adanya hajat, karena hal itu tidak memotong terus temerusnya khutbah, 2. Bolehnya berteriak dalam masjid karena adanya hajat, 3. Dianjurkan meminta doa dari orang yang baik ketika terjadinya musibah, 4. Mengulang-ngulang doa sampai tiga kali, 4. Bijaksananya Rasulullah Saw dengan menjawab permintaan laki-laki tersebut.  (Ibanatul Ahkam 2/167).

Meski demikian, apabila seseorang hendak bertanya atau interupsi pada khatib yang sedang khutbah maka harus dengan etika yang baik dan benar agar tidak menimbulkan kegaduhan dan kekacauan dalam masjid, bahkan akan lebih baik apabila hal tersebut diajukan ketika selesai salat jumat kecuali apabila khatib  melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan tidak sahnya salat jumat seperti adanya khatib tidak memenuhi rukun-rukun khutbah.

 

Kesimpulan:

1.      Diperbolehkan bagi jamaah yang sedang mendengarkan khutbah untuk bertanya atau interupsi kepada khatib dengan catatan menggunakan etika yang baik dan benar.

2.      Ada baiknya hal itu dilakukan diluar khutbah agar tidak menimbulkan kekacauan kecuali bila khatib melakukan kesalahan fatal (tidak memenuhi rukun khutbah).

 

Wallahu A`lam 





Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa