Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Konsultasi Syariah » Lainnya » Posisi Kepala Mayit Ketika Dishalati?
Ustadz Aang Asy'ari, Lc
 
Konsultasi Syariah bersama Ustadz Aang Asy'ari, Lc
Direktur Eksekutif Aswaja Center & Dosen UNISA Kuningan

Kirim Pertanyaan

Posisi Kepala Mayit Ketika Dishalati?
Pertanyaan : Assalamualaikum Afwan ustadz, saya mau tanya, apakah ada keterangan bahwa kalau kita menyalatin mayit, posisi mayit laki-laki berbeda dengan posisi mayit perempuan; katanya kalau mayit perempuan kepalanya di utara sedangkan mayit laki-laki kepalanya di selatan. Terimakasih sebelumnya, ditunggu jawabannya yaaa Abdullah
Sabtu, 14 Maret 2015 10:19 WIB |

Jawaban :

Waalaikumsalam wr.wb…

Bapak Abdullah yang terhormat.Menyalati mayit adalah perbuatan yang sangat mulia dan hukumnya fardhu kifayah; bila ada satu orang yang mengerjakannya maka bisa menggugurkan dosa orang yang tidak ikut menyolati. Namun meski ia adalah fardhu kifayah, sebisa mungkin kita usahakan untuk mengerjakannya bahkan kita harus menjadi orang yang menggugurkan dosa orang lain jangan hanya menjadi orang yang digugurkan dosanya oleh orang lain. Selain orang yang mati syahid, semua mayit wajib disolatkan apalagi ketika mayit tersebut banyak melakukan kemaksiatan pada masa hidupnya. Salat untuk mayit berarti kita mendoakan agar ia diampuni dosa dan kesalahannya, orang yang sudah meninggal sangat membutuhkan doa dari orang yang hidup. Makanya Rasulullah SAW. menganjur kita agar ikhlas ketika mendoakan mayit apalagi ketika menyalatinya sebagaimana keterangan dalam kitab Sunan Abu Daud (hadis no. 3021) dan kitab Sunan Ibnu Majah (hadis no. 1497) serta kitab-kitab yang lainnya dengan kualitas hadis hasan.

Artinya: ketika kalian menyalati mayit ikhlaslah dalam mendoakannya.

Dalam hal penempatan posisi kepala mayit perempuan ulama sepakat bahwa posisinya berada di utara, namun untuk mayit laki-laki ulama berbeda pendapat; ada yang mengatakan posisinya berada di selatan (arah kiri imam) sebagaimana keterangan dalam kitab al-Bujairomi (1/484) :

Artinya: kepala mayit laki-laki diletakkan di arah kiri imam dan sebagian banyak badan mayit di arah kanan imam, berbeda dengan apa yang berlaku pada kebiasaan manusia sekarang. Adapun mayit perempuan dan banci, maka imam berdiri di samping pantat keduanya sedangkan kepala keduanya di arah kanan imam sebagaimana kebiasaan manusia sekarang.

Begitu juga keterangan yang terdapat dalam kitab Tarsyihul Mustafidin syarah kitab Fathul Muin (h. 141) mengamini keterangan di atas. Namun kemudian pengarangnya yaitu Sayyid Alawi bin Ahmad As-segaf mengutip pendapat Syaikh Ubaidillah Basudan al-Hadhrami yang menyatakan bahwa pendapat di atas hanya murni penelitian, karena menurutnya kebiasaan orang-orang salaf baik ulama ataupun orang-orang saleh di daerah Hadhramaut dan lainnya menempatkan posisi kepala mayit laki-laki sama seperti perempuan (arah kanan/utara).

Kesimpulan: ulama sepakat atas posisi kepala mayit perempuan berada di arah utara sedangkan posisi kepala mayit laki-laki ulama berbeda pendapat; ada yang menyamakan seperti posisi perempuan, ada juga yang membedakannya. Namun agar tidak terjadi keributan ketika akan menyalatimaka sebaiknya kita ikuti saja kebiasaan yang berlaku pada tempat tersebut.

Wallahu A`lam.





Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa