Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Konsultasi Syariah » Thaharah » Apakah Saya Mahram Dengan Mertua Tiri atau Ibu Tiri Istri?
Ustadz Aang Asy'ari, Lc
 
Konsultasi Syariah bersama Ustadz Aang Asy'ari, Lc
Direktur Eksekutif Aswaja Center & Dosen UNISA Kuningan

Kirim Pertanyaan

Apakah Saya Mahram Dengan Mertua Tiri atau Ibu Tiri Istri?
Pertanyaan : Assalamu`alaikum. Wr. Wb. Ust. Mau tanya, saya sudah menikah tahun kemarin dengan seorang wanita, bulan kemarin ibunya meninggal. Tidak berapa lama kemudian ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita pilihannya.Yang mau saya tanyakan, apakah saya mahram dengan mertua tiri/ibu tiri istri?Terimakasih atas penjelasannya.
Senin, 06 April 2015 09:49 WIB |

Jawaban :

 

Waalaikumsalam Wr.Wb.

Penanya yang dirahmati Allah.Mahram adalah semua orang yang haram dinikahi karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan. (al-Mughni li Ibn Qudamah: 6/555). Banyak dari saudara-saudara kita sering salah dalam menggunakan istilah mahram dengan kata muhrim. Keduanya memiliki makna yang jauh berbeda; yang pertama adalah orang yang haram dinikahi sedangkan yang kedua memiliki arti orang yang sedang ihram baik haji maupun umrah.

Mahram terbagi menjadi dua macam:mahram muabbad (المحرم المؤبد( yaitu golongan mahram yang tidak boleh dinikahi  selamanya; dan mahram muaqqot ((المحرم المؤقت yaitu golongan mahram yang tidak boleh dinikahi pada kondisi tertentu di mana ketika kondisi ini hilang maka menjadi halal. Imam Abu asy-Syuja berkata:

والمحرمات بالنص أربع عشرة سبع بالنسب وهن الأم وإن علت والبنت وإن سفلت والأخت والخالة والعمة وبنت الأخ وبنت الأخت واثنتان بالرضاع الأم المرضعة والأخت من الرضاع وأربع بالمصاهرة أم الزوجة والربيبة إذا دخل بالأم وزوجة الأب وزوجة الابن وواحدة من جهة الجمع وهي أخت الزوجة ولا يجمع بين المرأة وعمتها ولا بين المرأة وخالتها ويحرم من الرضاع ما يحرم من النسب.

Orang-orang yang diharamkan secara nash ada empat belas. Yang tujuh disebabkan nasab, mereka adalah: ibu sampai ke atas, anak sampai ke bawah, saudari perempuan, bibi dari ibu atau bibi dari ayah, anak perempuannya saudara laki, dan anak perempuannya saudari perempuan. Yang dua disebabkan persusuan, yaitu: ibu yang menyusui dan saudari perempuan dari persusuan. Yang empat disebabkan perkawinan, yaitu: ibunya istri, anaknya istri apabila sudah berkumpul dengan ibunya, istrinya bapak dan istrinya anak. Dan yang satu dari segi mengumulkan yaitu saudari perempuan istri.Dan tidak boleh mengumpulkan antara wanita dan bibi dari arah ayah juga tidak antara wanita dan bibi dari arah ibu. Dan diharamkan disebakan persusuan apa yang diharamkan sebab nasab. (Matn Ghayah wa Taqrib).

Melihat dari rangkaian keterangan di atas, pertanyaan anda bisa dijawab bahwa mertua tiri anda bukan termasuk mahram dengan anda karena bukan termasuk salah satu bagian yang disebutkan di atas. Oleh karena itu, apabila anda bersentuhan kulit dengannya batal wudhunya, haram pula berduaan dengannya, serta tidak akan saling mewaris antara anda dengannya.

Perlu bapak ketahui bahwa masalah ini pernah juga ditanyakan dalam sebuah fatwa, seperti ini redaksinya:

السؤال

إذا كان أبو زوجتي متزوجا بامرأة أخرى هل تكون محرماً لي ؟

الفتوى

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فزوجة أبي زوجتك ليست من محارمك من هذه الجهة، فهي غير أم زوجتك ومثل هذه المرأة يجوز الزواج بها؛ بل يجوز لك أن تجمعها مع زوجتك، ما لم يكن هنالك مانع آخر كأن تكون خالتها مثلاً.

 

Pertanyaan: apabila bapaknya istri saya menikah dengan wanita lain, apakah dia mahram dengan saya?

Jawaban: alhamdulillah salawat dan salam semoga tercurahkan pada Rasulillah, keluarga, dan sahabatnya semua. Istri bapak istri anda bukanlah termasuk mahram anda karena dia bukan ibu kandung istri anda. Anda boleh menikahi wanita ini bahkan boleh dikumpulkan bersama istri anda selama di sana tidak ada penghalang semisal dia adalah bibinya istri anda. (fatawa as-sabakah al-islamiyah: 3/4131) 

 

Kesimpulan: mertua tiri atau ibu tiri dari istri anda bukan termasuk mahram. Wallahu`alam





Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa