Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Bahasa Arab » » Haal
Haal
Selasa, 00 0000
Tulisan Terkait


Hâl ialah isim manshub yang memberikan keterangan keadaan yang samar, seperti dalam contoh: (Zaid telah datang dengan berkendaraan). Lafazh itu menjelaskan keadaan/kedatangan Zaid, jangan sampai ia diduga berjalan kaki. Dan seperti dalam contoh: (aku telah menunggang kuda dengan berpelana); (aku telah bertemu 'Abdullah dengan berkendaraan). Dan lafazh yang menyerupainya.

Hâl tidak akan terjadi, kecuali dengan isim nakirah dan tidak pula terjadi kecuali sesudah kalam sempurna (yakni, hâl itu tidak terjadi pada pertengahan kalam) dan tidak terjadi shâhibul hâl (pelaku hâl), kecuali harus isim ma'rifat.

Maksudnya: Syarat-syarat hâl itu ada tiga macam, yaitu:

  1. Hendaknya hâl dengan isim nakirah.
  2. Hendaknya hâl sesudah kalam tâm (sempurna).
  3. Shâhibul hâl (pelaku hâl) hendaknya isim ma'rifat.

Kata nazhim:


Hâl adalah washf (sifat) yang di-nashab-kan yang berfungsi menjelaskan keadaan yang samar.


Sesungguhnya keberadaan hâl itu dinakirahkan dan pada ghalib-nya (umumnya) diakhirkan (letaknya).

Syarat - syarat haal :

  1. Isim nakirah
  2. Sesudah kalam sempurna
  3. Shahibul haal harus ma' rifat







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa