Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Bahasa Arab » » Musnad Ilaih dengan Isim maushul
Musnad Ilaih dengan Isim maushul
Selasa, 00 0000
Tulisan Terkait

Musnad ilaih dengan isim mausul dimaksudkan untuk:

Artinya: "Adapun keadaan musnad ilaih dengan isim mausul, ialah untuk:

  1. menganggap hebat/dahsyat akan sesuatu perkara;
  2. mengkonkritkan akan tujuan;
  3. menganggap jijik dengan menyebut musnad ilaih;
  4. memperlihatkan kesalahan mukhathab;
  5. mengisyaratkan pembentukan musnad/khabar;
  6. menghadapkan jiwa pendengar agar sungguh-sungguh;
  7. memberi tahu bahwa pendengar belum mengetahui selain silah mausulnya".

Contoh-contohnya, sebagai berikut:

  1. Untuk tafkhim (menganggap hebat), seperti:

    Artinya: "Telah menenggelamkan kepada kafir-kafir itu, kejadian yang dahsyat yang menenggelamkan mereka dari laut gelombang besar".
    Kalau dikatakan: gelombang besar, kedengarannya tidak sehebat kata-kata tersebut.
  2. Untuk taqrir (mengkonkritkan), seperti:

    Artinya: "Dan telah menggoda kepada Nabi Yusuf, yaitu wanita (Zulaikha) yang mana Yusuf berada di rumahnya untuk menundukkan diri Yusuf (kepadanya)".
    Dengan kata-kata tersebut, lebih menunjukkan kebersihan/kekuatan mental Nabi Yusuf dari godaan wanita di waktu beliau berada di rumahnya dan lebih positif dari kata-kata: Isteri pembesar atau Zulaikha telah menggoda Yusuf.
  3. Untuk hujnah (menganggap jijik), seperti:
    = Telah datang orang yang telah menemuimu kemarin. Dengan maksud orang tersebut adalah jahat atau hina.
  4. Untuk tauhim (menunjukkan kesalahan), seperti:

    Artinya: "Sesungguhnya mahluk-mahluk yang kamu sekalian sembah selain Allah, tidak mempunyai rejeki untuk kamu sekalian".
    Atau kata sya'ir:
    Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kamu anggap saudaramu, merasa sembuh dendam hatinya kalau kamu sekalian celaka".
  5. Untuk iima-un (berisyarat untuk membentuk musnad), seperti:

    Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang sombong enggan beribadah kepada-Ku, mereka akan masuk neraka Jahanam serta hina dina".
    Maksudnya: kesombongan mereka itu memasukkan kedalam neraka.
    Atau untuk mengagungkan musnad, seperti:

    Artinya: "Sesungguhnya Dzat yang mengangkat langit telah mendirikan rumah bagi kita yang tiang-tiangnya lebih baik dan lebih tinggi". Menunjukkan kebesaran dan keindahan rumah itu.
    Atau untuk mengagungkan orang lain, seperti:

    Artinya: "Orang yang menyetujuimu berhak mendapat kehormatan".
    Kata-kata itu menunjukkan keagungan mukhathab dan yang menyetujuinya.
    Atau menunjukkan kehinaan orang lain, seperti:

    Artinya: "Orang yang menyalahimu berhak mendapat kehinaan".
  6. Untuk taujihus-sami' (menghadapkan jiwa pendengar), seperti:

    Artinya: "Adapun yang menggoncangkan daratan itu, ialah kejadian hidup baru bagi seluruh jiwa pada hari kiamat".
  7. Untuk faqdzi-ilmin (memberi tahu bahwa pendengar belum tahu), seperti:

    Artinya: "Orang yang memberi makanan kepada kita kemarin, telah datang hari ini pada kita+".
    Atau si mutakallim yang belum tahu, seperti:

    Artinya: "Adapun mahluk-mahluk yang berada di sekeliling kita yang terdiri dari jin, saya belum mengetahui mereka". Atau mutakallim dan mukhathab pun belum mengetahuinya, ganti saja kalimat dengan .







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa