Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Bahasa Arab » » Musnad Ilaih dengan Isim isyarah
Musnad Ilaih dengan Isim isyarah
Selasa, 00 0000
Tulisan Terkait


Artinya: (Musnad ilaih) dengan isim isyarah, dimaksudkan untuk:

1. Menerangkan keadaan musyar ilaih, dekatnya, jauhnya atau
2. Menganggap bodoh kepada pendengar.
3. Atau sangat membedakan.
4. Untuk mengagungkan.
5. Menghinakan.
6.Memberi tahu.
7. Untuk lebih mengagungkan.

Adapun contoh-contohnya, ialah:
1. Untuk kasyful-hal, seperti: untuk yang dekat untuk yang agak jauh, dan untuk yang jauh.
2.

Istijhalul-mukhathab (menganggap bodoh kepada mukhathab), seperti kata Farojdag:

Artinya: "Itulah bapak-bapakku yang menghimpun keagungan! datangkanlah kepadaku orang yang sederajat dengan mereka wahai Jarir! ka/au kamu mampu mengumpu/kannya kepada kami".

3.Untuk tamyiz (membedakan), seperti kata Ibnu Rumi:

Artinya : "lni adalah Abu Saqor. Dia menyendiri dalam segala kebaikannya, asal dari keturunan Syaiban yang berada antara pohon bidara dan pohon buah penyamak".
Kalimat pohon bidara dan pohon buah penyamak, adalah kalimat pujian orang Arab bagi penduduk kampung.
4.

Untuk ta'zhim, seperti:

Artinya: "Itulah Kitab yang tidak ada keraguan padanya yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa".

Berisyarah dengan kalimat "itu", padahal Kitab itu dekat.

5.Untuk haththu (merendahkan), seperti:

Artinya: "Tiadalah kehidupan dunia ini, kecuali sekadar permainan". Atau seperti = itu pekerjaan fasik semata-mata.
6. Untuk tanbih, seperti:

Artinya: "Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk Tuhannya dan itulah orang-orang yang berbahagia".
7.

Untuk tafkhim (mengagungkan), hampir sama dengan ta'zhim, hanya tafkhim itu lebih mengagungkan dari ta'zhim.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa