Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Bahasa Arab » » Musnad Ilaih dengan Idhafat
Musnad Ilaih dengan Idhafat
Selasa, 00 0000
Tulisan Terkait


Artinya: "(Musnad ilaih) dengan idhafat, dimaksudkan untuk:

1. Mencakup semua afrad; 2. Mempersingkat; 3. Memuliakan mudhaf 4. Memuliakan mudhaf ilaih; 5. Menghinakan mudhaf; 6. Menghinakan mudhaf ilaih; 7. Menghinakan mudhaf dan mudhaf ilaih; 8. Merasa bosan; 9. Menyamakan derajat; 10. Menyembunyikan musnad ilaih dari selain mukhathab; 11. Menyegerakan pendengar agar memuliakan atau menghinakan; 12. Idhafat menyimpan majaz; dan 13. Memperolok-olokkan".

Contoh-contohnya, ialah:

  1. Untuk hasar, seperti:

    Artinya: "Hamba-hamba Allah berdiam dengan tenang di bawah jalan qadar".
  2. Untuk ikhtisar, seperti:

    Artinya: "Kekasihku beserta rombongan penunggang kendaraan bangsa Yaman, berjalan jauh mengembara, sedangkan diriku diikat di Mekkah".
  3. Untuk memuliakan mudhaf, seperti:

    Artinya: "Umat Nabi Muhammad SAW dicintai Allah". Umatnya ikut mulia.
  4. Memuliakan mudhaf ilaih, seperti:

    Artinya: "Nabi kita Muhammad SAW manusia yang paling afdhal". Kita ikut mulia.
  5. Menghinakan mudhaf, seperti:

    Artinya: "Anak orang kikir, hadir". Anaknya ikut hina.
  6. Menghinakan mudhaf Ilaih, seperti:

    Artinya: "Saudaramu yang dicela, hadir". Mukhathab ikut tercela.
  7. Menghinakan orang lain, seperti:

    Artinya: "Anak peminum arak menyertai Zaid". Zaid ikut hina, sebab disertai oleh anak peminum arak.
  8. Menyamakan derajat, seperti:

    Artinya: "Para Ulama Negara sudah hadir".
  9. Membosankan kalau menyebut semuanya, seperti:

    Artinya: "Penduduk Negara sudah hadir".
  10. Menyembunyikan musnad ilaih, seperti:

    Artinya: "Sahabatmu telah berubah tingkahnya".
  11. Menyegerakan pendengar agar menghormati, seperti:

    Artinya: "Sahabatmu telah datang di rumahmu".
  12. Menyegerakan pendengar agar menghinakan, seperti:

    Artinya: "Musuhmu bermaksud mendekatimu".
  13. Idhafat menyimpan majaz, seperti:

    Artinya: "Sebaik-baiknya tempat, ialah tempatnya orang muttaqin". Yaitu Syurga. Padahal di syurga itu tempat orang muttaqin, tempat bidadari dan malaikat. Dengan diidhafatkannya lafazh kepada muttaqqin, mengandung pengertian mengenai ketentuan orang muttaqin masuk syurga. Disinilah letaknya majaz, yaitu ikhtishas.
  14. Memperolok-olokkan, seperti katamu kepada orangs yang memberi sesuatu sedikit sekali: = Pemberianmu hebat. Yang diperolok-olok mudhafnya, yaitu mukhathab, seperti katamu kepada orang yang kikir: = Kemurahanmu termasyhur.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa