Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Doa » » Etika Berdoa
Etika Berdoa
Mengingat doa adalah ibadah sebagaimana sabda Muhammad Rosulullah saw.
Rabu, 11 Juli 2012

Mengingat doa adalah ibadah sebagaimana sabda Muhammad Rosulullah saw. di atas, maka ada beberapa etika yang harus kita terapkan dalam berdoa. Berikut penulis ramukan etika dalam berdoa dari beberapa ayat dalam Al-Qur’an, serta petuah Imam Ghozali yang tertuang dalam Ihya Ulumuddin, petuah Al-Qusyairi, dan petuah Imam Nawawi.
  1. Bertobat sebelum berdoa, lalu menghadapkan diri kepada Al¬lah dengan sungguh-sungguh dan khusyu’.
  2. Disunnatkan menghadap kiblat.
  3. Seyogyanya doa-doa itu diawali dan diakhiri dengan puji-pujian kepada Allah SWT.
  4. Mengakui keagungan Allah SWT dengan segala kerendahan diri dan hati (QS. 6/Al-An’am: 42).
  5. Mengucapkan doa dengan suara yang sedang (tidak keras dan juga tidak berbisik) dan lembut. "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh Dia tidak menyukai or¬ang-orang yang melampaui batas." (QS. 7/Al-’Arofi 55)
  6. Memanjatkannya dengan perasaan takut (tidak akan diterima) dan berharap (untuk dikabulkan). "Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." (QS. 7/Al-A’rof: 56).
  7. Tidak perlu berpantun, dan/atau dengan pengucapan berirama. Cukuplah dengan kata-kata yang baik yang mencerminkan kerendahan kedudukan kita sebagai hamba di hadapan Allah SWT, serta sederhana dan tepat mengenai sesuatu yang kita inginkan. Alangkah lebih baik jika kita memanjatkan bacaan- bacaan doa yang telah dicontohkan Muhammad Rosulullah saw. yang kandungan maknanya sesuai dengan kehendak kita juga,
  8. Mengulang doa sampai dua atau tiga kali, yakni doa tentang sesuatu yang kita prioritaskan memohonkannya kepada Allah SWT.
  9. Ditutup dengan bacaan sholawat, kemudian dilanjutkan dengan bacaan

 

Subchaana robbika robbil ’izzati ’aammaa yashifuun. Wa salamun ’alal-mursaliina wal chamdulillaahi robbil ’alaamiin.
(Maha Suci Tuhan, Tw/ian yang memiliki kebesaran/kesucian dari sifat rendah yang mereka sifatkan. Dan kesejahteraan itu atas segala rosul yang telah diutus Tuhan. Dan puji-pujian hanyalah bagi Allah, Tuhan sekalian alam).

 







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa