Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » » Waktu-waktu yang Makruh Untuk Berdzikir
Waktu-waktu yang Makruh Untuk Berdzikir
Ada juga waktu-waktu tertentu yang makruh untuk berdzikir. Pengertian makruh di sini adalah lebih baik jika tidak dilakukan. Jadi kalau dilaksanakan tidak berdosa, namun jika kita tinggalkan berpahala.
Jum'at, 09 November 2012

Ada juga waktu-waktu tertentu yang makruh untuk berdzikir. Pengertian makruh di sini adalah lebih baik jika tidak dilakukan. Jadi kalau dilaksanakan tidak berdosa, namun jika kita tinggalkan berpahala. Waktu dimakruhkannya berdzikir itu ada tiga:

1. Ketika sedang buang air dan jima’ (bersetubuh).
Ibnu Umar ra. menceritakan, seorang lelaki melewati tempat dimana Rosulullah sazv. sedang buang air kecil. Lalu orang itu mengucapkan salam, maka beliau tidak menjawabnya. (HR. Muslim) Sebelum memasuki kamar mandi atau toilet kita juga harus meninggalkan lebih dulu segala sesuatu yang terdapat tulisan asma Allah SWT. Anas ra. memberitakan, bahiva apabila Rosulullah saw. memasuki kamar mandi, beliau selalu melepaskan cincinnya. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Perlu diketahui pula, bahwa pada cincin Rosulullah saw. terukir kalimat "Muhammadur Rosulullaah". Maka jika kita akan memasuki kamar mandi tidak boleh mengenakan sesuatu yang terdapat tulisan asma Allah Swt.

 

2. Sewaktu mendengarkan klrutbah Jum’at dan dua hari raya.
Berdzikir saat mendengarkan khutbah Jum’at dan khutbah pada dua hari raya (Idul fittri dan Idul Adha) hukumnya makruh, sebab kita wajib mendengarkan khutbah tersebut. Abu Huroiroh ra. mengatakan, Muhammad Rosulullah sazu. bersabda, "Apabila engkau katakan kepada temanmu: ’Diamlah’pada waktu imam sedang berkhutbah, maka sia-sialah jum’atmu". (HR, Muslim)

 

3 Sewaktu mabuk atau mengantuk,
Orang yang mabuk atau mengantuk pada umumnya tidak mampu berkonsentrasi secara penuh. Itulah sebabnya mereka dilarang sholat. Jadi sebaiknya juga janganlah berdzikir. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan’’. (QS. 4/An-Nisa’: 43) ’Aisyah ra. menuturkan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, ’’Jika salah seorang di antara kalian mengantuk, supaya ia tidur lebih dahulu sampai hilang rasa kantuknya. Sebab dia tidak tahu, saat dia sholat padahal mengantuk, sebenarnya dia (ingin) memohon ampun namun malah mengumpat dirinya". (HR. Ibnu Majah)

 







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa