Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » » LI`an
LI`an
Lian adalah tuduhan suami, bahwa istrinya berbuat zina dengan pria lain. Misalnya, "Demi Allah tuduhanku terhadap istriku, bahwa iatelah berbuat zina adalah benar.
Kamis, 28 Juni 2012

  Li`an adalah tuduhan suami, bahwa istrinya berbuat zina dengan pria lain. Misalnya, "Demi Allah tuduhanku terhadap istriku, bahwa iatelah berbuat zina adalah benar." Dan jika diyakini dalam rahim istrinya ada bibit bukan bibitnya, harus diucapkan juga secara tegas. Sumpah li’an ini harus diulangi empat kali, kemudian ditambah kalimat: "Atasku laknat Allah jika sekiranya aku dusta dalam tuduhanku." Allah SWT berfirman, "Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina) padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu empat kali bersumpah dengan (nama) Allah bahiva sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang berkata benar. Dan (sumpah) yang kelima, bahwa laknat Allah akan menimpanya, jika ia termasuk orang yang berdusta." (QS. 24/ An-Nur: 6-7).

Akibat dari sumpah li’an ini, maka:

1)       suami tidak dikenakan hukuman "menuduh zina" berupa 80 kali dera (cambukan).

2)        si istri wajib dihukum dengan hukuman zina muchson, yakni dirajam sampai mati.

3)        suami istri bercerai selama-lamanya.

4)       jika ada anak akibat zina, anak itu tidak dapat diakui oleh suami.

Apabila si istri ingin melepaskan diri dari hukuman zina, maka boleh membalas sumpah suami. "Dan istri itu terhindar dari hukuman (zina) apabila dia bersumpah empat kali atas (nama) Allah bahwa dia (suaminya) benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Dan (sumpah) yang kelima, bahiva kemurkaan Allah akan menimpanya (istri) jika dia (suaminya) termasuk orang yang berkata benar." (QS. 24/An-Nur: 8-9).

Jika si istri melahirkan anak dalam keadaan suami istri berli’an, maka anak itu menjadi hak ibunya. Amr Syu’aib mendengar cerita dari ayahnya, bahwa "Rosulullah saw. memutuskan tentang anak dari suami istri yang berli’an, maka anak itu menjadi ahli waris ibunya dan si ibu mewarisi harta anaknya. Orang yang menuduh ibunya (berzina) dihukum cambuk 80 kali’’. (HR. Ahmad)

 


 

 

 







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa