Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » » Rahasia Puasa Syawal
Rahasia Puasa Syawal
Saat Ramadhan sudah berlalu dan hari raya menjelang, maka hati semua umat Islam berbunga-bunga.
Selasa, 28 Agustus 2012

Saat Ramadhan sudah berlalu dan hari raya menjelang, maka hati semua umat Islam berbunga-bunga. Pada hari itu tak boleh ada satu pun yang tak tersenyum, sebab hari itu adalah hari kebahagiaan, setelah berhasil selama satu bulan mengekang hawa nafsu dan mengisi hari-hari dengan ibadah. Dan kita tahu bahwa beribadah pada bulan Ramadhan nilainya berlipat-lipat. Maka ketika semua itu usai dan berhasil kita lalui dengan baik, kebahagiaan tak terkira pun menyeruak. Semua diperkenankan untuk menggelar tasyakuran dan makan bersama dengan selu¬ruh keluarga dan handai taulan, bahkan diharamkan berpuasa pada hari tersebut. Dan jika ada yang tak memiliki makanan, kita wajib berbagi, dengan memberikan zakat fitrah, agar semua ikut merasakan nikmatnya momen Hari Raya Idul Fitri.
Namun, setelah tanggal 1 Syawal kita lewati, kita tak ser¬ta merta bebas untuk berbuat sesuka hati, meski saat itu masih diperbolehkan makan dan minum. Namun ada hal lain yang le¬bih utama, yaitu berpuasa selama enam hari pada bulan Syawal. Seakan-akan kesunahan puasa ini hendak menyatakan pada kita: "Engkau boleh bersenang-senang dan berbahagia-bahkan wajib hukumnya-pada hari Raya Idul Fitri. Namun hal itu tak boleh dilakukan berlebihan, sebab segala sesuatu yang berlebihan itu tak disukai oleh Allah dan membuatmu mudah lalai. Ada yang lebih utama, yaitu mengekang kembali hawa nafsu dengan ber¬puasa, agar hatimu senantiasa bersih setelah selama satu bulan kau sucikan dengan amalan Ramadhan."

Rasulullah saw. menjelaskan beberapa rahasia dibalik kesunahan puasa enam hari bulan Syawal, di antaranya:
> Laksana Puasa Sepanjang Hari
Abu Ayub menyatakan bahwa Rasulullah bersabda; "Barangiapa yang berpuasa bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari Syawal maka ia seperti berpuasa sepanjang masa". (HR. Muslim).
Luar biasa, puasa Ramadhan yang telah kita jalankan selama sebulan lamanya menjadi berlipat-lipat lagi nilainya jika dilengkapi dengan berpuasa selama enam hari di bulan Syawal. Nilainya sama dengan berpuasa selama setahun penuh. Bayangkan, cukup berpuasa selama satu bulan plus enam hari, sama saja selama setahun kita mengisi hari-hari dengan ibadah puasa, yang tentu saja nilainya menjadi berlipat-lipat penuh makna.
Ada sebagian ulama yang menganalogikan puasa Ramadhan sehari nilainya sama dengan puasa selama 10 hari, seh¬ingga puasa selama sebulan sama dengan berpuasa 300 hari. Demikian pula puasa enam hari di bulan Syawal, sehingga nilai semua menjadi 360 hari, alias setahun. Maka nilai puasa bulan Ramadhan dan puasa enam hari bulan Syawal sama saja dengan berpuasa setahun penuh. Benar atau tidak analogi di atas, yang jelas Rasulullah saw telah menunjukkan dan menegaskan bah¬wa dengan berpuasa selama enam hari bulan Syawal, setelah berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, laksana melaksanakan puasa sepanjang tahun. Wallahu a’lam.

> Boleh Berturut-turut Boleh Tidak
Menurut Imam Ahmad, puasa enam hari pada bulan Syawal itu dapat dilakukan berturut-turut atau tidak berturut-turut, dan tak ada kelebihan yang satu dari lainnya. Sedang menurut golongan Hanafi dan Syafi’I lebih utama melakukannya secara berturut-turut yaitu 6 hari sesudah Hari Raya Idul Fitri.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa