Or signin with
Logo Abatasa Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » » Hukum Menggugurkan Kandungan
Hukum Menggugurkan Kandungan
Dikatakan oleh Imam (Jhazali: "Bahwa menggugurkan kandungan merupakan tindak kejahatan terhadap bayi yang berada dalam kandungan. Adapun mengenai pengguguran kandungan ini terdapat beberapa tingkatan.
Rabu, 26 September 2012

Dikatakan oleh Imam (Jhazali: "Bahwa menggugurkan kandungan merupakan tindak kejahatan terhadap bayi yang berada dalam kandungan. Adapun mengenai pengguguran kandungan ini terdapat beberapa tingkatan. Pertama, nuthfah yang berada dalam rahim yang telah bercampur dengan indung telur wanita dan siap untuk hidup, dimana pengguguran terhadapnya dianggap sebagai tindak kejahatan. Kedua, nuthfah tersebut telah menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, dimana pengguguran terhadapnya merupakan kejahatan yang lebih besar. Sedang tingkat yang ketiga adalah apabila telah ditiupkan ruh dan telah sempurna menjadi bayi, dimana pengguguran terhadapnya merupakan kejahatan yang nilainya jauh lebih berat."
Di dalam kitab Subulussalam disebutkan: "Pencegahan kehamilan yang dilakukan oleh seorang wanita dengan menggugurkan nuthfah yang belum di¬tiupkan ruh ke dalamnya, dalam hal ini terdapat dua pendapat yang berpijak pada hukum ‘azl: Yaitu, yang membolehkan ‘azl, dimana berarti membolehkan pencegahan tersebut dan yang mengharamkannya, dimana berarti mengharam pencegahan kehamilan tersebut. Pendapat yang ke dua terakhir dianggap lebih afdhal.
Sedangkan di dalam kitab Fiqhussunat, Sayyid Sabiq mengatakan: "Setelah nuthfah itu bersemayam dalam rahim dan janin sudah berada dalam kan¬dungan selama seratus dua puluh hari, maka tidak diperbolehkan untuk menggugurkannya. Karena, jika hal itu dilakukan, maka berarti telah melakukan pembunuhan dan berhak mendapatkan hukuman di dunia maupun di akhirat." Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan; bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallatn pernah memberitahukan kepadanya, dimana beliau adalah orang yang terkenal paling jujur:
hadits


"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkanpenciptaan- nya di dalam rahim ibu selama empalpuluh hari. Kemudian menjadi segumpal darah, lantas segumpal daging, lalu diutus kepadanya malaikat yang diperintahkan empat hal, ditetapkan baginya rizki, ajal dan amalnya, apakah akan sengsara atau bahagia. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi).
Mengenai pengguguran janin dalam kandungan atau merusak kandung¬an sebelum mencapai masa seratus dua puluh hari, dalam hal ini diperboleh¬kan jika ada alasan yang dapat dibenarkan. Jika tidak ada sebab, maka yang demikian itu dimakruhkan. Demikian dikatakan oleh Sayyid Sabic dalam kitabnya Fiqhussunat.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa