Or signin with
Logo Abatasa Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Ilmu Fiqih » Istilah - Istilah Dalam Madzhab Syafi`i (bag 2)
Istilah - Istilah Dalam Madzhab Syafi`i (bag 2)
5. Al-Madzhab, maksudnya adalah perbedaan pendapat tokok-tokoj madzhab dalam menceritakan pendapat madzhab. Sehingga perbedaan itu terjadi di antara dua thuruk atau lebih. Umpamanya adalah sebagian mereka menceritakan dalam
Rabu, 26 Desember 2012

5. Al-Madzhab, maksudnya adalah perbedaan pendapat tokok-tokoh madzhab dalam menceritakan pendapat madzhab. Sehingga perbedaan itu terjadi di antara dua thuruk atau lebih. Umpamanya adalah sebagian mereka menceritakan dalam satu masalah ada dua qaul (pendapat iamam asy-Syafi’i) atau ada dua wajah (pendapat tokoh madzhab). Sedangkan yang lain memastikan hanya satu saja pendapat itu. Kadang-kadang pendapat ini adalah rajih dan kadang-kadang sebaliknya. Dan apa yang dimaksud dengan al-madzhab ialah pendapat yang menjadi fatwa dalam madzhab.

6. An-Nash, maksudnya adalah nash Imam asy-Syafi’i. Lawannya ialah wajh dha’if atau mukharraj,44 Namun kadang-kadang fatwa dikeluarkan tidak berdasarkan nash (teks Syafi’i).

7. Al-Jadid (pendapat baru), yaitu pendapat yang berlawanan dengan pendapat lama (madzhab qadim). Jadi, maksud al-jadid ialah apa yang dikatakan (pendapat) Imam asy-Syafi’i semasa di Mesir melalui karangan atau fatwanya. Fara perawinya ialah al-Buwaithi, al-Muzani, ar-Rabi’ al- Muradi, Harmalah, Yunus bin Abdul A’la, Abdullah ibnuz Zubair al-Makki, Muhammad bin Abdullah ibnul Hakam, dan lain- lain. Tiga orang yang pertama adalah yang utama, sedangkan yang lain hanya beberapa perkara saja yang diriwayatkan dari mereka.

8. Al-Qadim (pendapat lama) ialah apa yang dikatakan oleh Imam asy-Syafi’i sewaktu ia berada di Iraq yang disebut dalam kitabnya, al-Hujjah, atau yang ia fatwakan. Ia diriwayatkan oleh sekumpulan perawi, di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hambal, az-Za’farani, al-Karabisi, dan Abu Tsaur. Pendapat ini ditarik kembali oleh Imam asy-Syafi’i. Imam asy-Syafi’i tidak membenarkan ia difatwakan. Tokoh madzhab (ashhab) telah membuat fatwa dengan pendapat ini dalam 17 masalah.

Adapun pendapat-pendapa tyang muncul di antara masa Imam asy-Syafi’i di Mesir dan di Iraq, maka pendapat yang lebih belakangan dianggap sebagai qaul jadid dan yang lebih dulu dianggap qaul qadim.
Jika dalam suatu masalah ada pendapat qadim dan ada juga pendapat jadid, maka pendapat jadid adalah yang terpakai kecuali dalam beberapa masalah, yaitu sebanyak 17 masalah, yang difatwakan adalah pendapat qadim.

9. Qaula al-jadid (dua pendapat baru). Pendapat yang lebih akhir dari dua pendapat tersebut hendaklah yang diamalkan, jika memang diketahui. Jika tidak diketahui yang mana yang terakhir, sedangkan I mam asy-Syafi’i mengamalkan salah satunya, maka yang diamalkan Imam asy-Syafi’i membatalkan yang lainnya. Atau dengan kata lain, hendaknya ia mentarjihkan apa yang telah diamalkan Imam asy-Syafi’i.
Perkataan qila memberi makna wajh yang dhaif dan lawannya ialah shahih atau al-ashah.
Maksud dari istilah Syaikhan ialah ar- Rafi’i dan an-Nawawi.

10. Ibnu Hajar mengatakan bahwa tidak boleh beramal dengan menggunakan pen-dapat dhaif dalam madzhab. Demikian juga tidak boleh mengamalkan talfiq dalam suatu masalah, seperti bertaqlid dengan pendapat Imam Malik tentang sucinya anjing (tidak najis), dan bertaqlid dengan pendapat Imam asy-Syafi’i tentang me-nyapu sebagian kepala sewaktu wudhu, dan kedua-duanya dilakukan dalam satu shalat. Adapun mengikuti cara madzhab tersebut dengan sempurna dalam satu masalah tertentu, dengan segala konsekuensinya, maka dibolehkan. Walaupun setelah perbuatan itu di lakukan, umpamanya adalah seseorang menunaikan ibadah yang di anggap sah oleh sebagian dari ulama madzhab empat, tetapi tidak sah menurut yang lain. Dalam kasus seperti ini, dia boleh bertaqlid kepada madzhab yang mengatakan sah itu, hingga dia tidak perlu mengqadhanya. Boleh juga berpindah dari satu madzhab ke madzhab lain, walaupun taqlibnya setelah selesai melakukan amalan.

 

Dikutip dari Fiqih Islam WA ADILLATUHU

Prof. DR. Wahab AZ-Zuhal

Jilid 1







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa