Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Haji dan Umrah » Wukuf di Arofah
Wukuf di Arofah
Orang-orang Quraisy dan orang-orang yang seagama dengan mereka, dulu wukuf di Mudzalifah. Mereka dinamakan Al-Humsí (pemberani). Tetapi orang-orang Arab lainnya wukuf di Arofah. Ketika Islam datang, Allah Azza wa Jalla ...
Jum'at, 21 Oktober 2011

2.    Wukuf di Arofah, adalah berhenti di Padang Arofah sejak tergelincirnya matahari tanggai 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar pada tanggai 10 Dzulhijjah.

’Aisyah ra. menuturkan, "Orang-orang Quraisy dan orang-orang yang seagama dengan mereka, dulu wukuf di Mudzalifah. Mereka dinamakan Al-Hums’ (pemberani). Tetapi orang-orang Arab lainnya wukuf di Arofah. Ketika Islam datang, Allah Azza wa Jalla memerintahkan kepada nabi-Nya supaya datang ke Arofah dan wukuf di sana. Setelah itu berangkat dari sana bersama-sama. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah: ’Kemudian berangkatlah kamu dari tempat orang banyak berangkat (Arofah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. 2/Al-Baqoroh: 199)." (HR. Muslim)

Abdurrohman bin Ya’mur menceritakan, bahwa orang-orang Najd telah datang kepada Rosulullah saw. sewaktu beliau sedang wukuf di Padang Arofah. Mereka bertanya kepada beliau, lalu beliau menyuruh orang supaya mengumumkan: "Haji di Arofah’’. Artinya yang terpenting dalam urusan haji adalah hadir di Arofah. Barangsiapa yang datang pada malam sepuluh sebelum terbit fajar, sesungguhnya ia telah mendapatkan waktu yang sah." (HR. Lima ahli hadits)

3.    Thowaf, adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) kali, dengan syarat:

  • suci dari hadats dan najis baik badan maupun pakaian.
’Aisyah ra. memberitahukan, bahwa ia datang ke Mekah ketika dalam keadaan haid (menstruasi), maka ia tidak melakukan thawaf di Ka’bah dan juga tidak bersa’i antara Shofa dan Marwah. Lalu ia mengadukan hal itu kepada Nabi Muhammad saw., maka beliau bersabda, "Kerjakanlah apa yang biasa dikerjakan oleh orang haji hanya engkau tidak boleh thowaf di Baitullah sebelum engkau suci." (HR. Empat ahli hadits)
menutup aurat;

  • Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang mengelilingi,dan memulai thowaf dari arah Hajar Aswad (batu hitam) yang terletak di salah satu pojok di luar Ka’bah. Jabir ra. menceritakan, "ketika Nabi besar Muhammad saw. sampai di Mekkah, beliau mendekat ke Hajar Aswad. Lalu beliau sapu Hajar Aswad itu dengan tangan beliau kemudian berjalan cepat tiga kali keliling dan berjalan biasa empat kali keliling." (HR Muslimdar, Nasai).
Thowaf ada lima macam:
>          Thowaf Qudum, adalah thowaf yang dilakukan ketika bani sampai di Mekah
>          Thowaf Ifadhoh, adalah thowaf yang menjadi rukun haji;
>          Thowaf Sunnah, adalah thowaf yang dilakukan semata-mata mencari ridho Allah SWT.
>          Thowaf Nadzar, adalah melakukan thowaf untuk memenuhi nadzarnya.
>          Thowaf Wada’, adalah thowaf yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Mekah (sebagai perpisahan).
4.         Sa’i, adalah lari-lari kecil atau jalan cepat antara Bukit Shofa dan Marwah. "Sesungguhnya Shofa dan Mirwah merupakan bagian dan syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitulli atau berumroh, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya." (QS. 2/Al-Baqoroh: 158) Allah SWT katakan "tidak ada dosa" sebab sebagian sahabat merasa keberatan mengerjakan sa’i di situ, karena tempat itu bekas tempat berhala. Dan pada masa jahiliyah tempat itu pun digunakan sebagai tempat sa’i. Untuk menghilangkan rasa keberatan itu, Allah menurunkan ayat ini. Shofiyah binti Syaibah ra. mengutarakan, seorang wanita telah mengabarkan kepadanya bahwa dia telah mendengar Rosulullah saw. bersabda di antara Bukit Shofa dan Marwah: "Telah diwajibkan atas engkau sa’i, maka hendaklah engkau kerjakan". (HR. Ahmad)
Syarat melakukan sa’i adalah:
  • melakukannya setelah thowaf qudum, dan sebanyak tujuh kali. Ibnu Umar ra. menceritakan, Nabi saw. datang di Mekah lalu ia thowaf di Ka’bah sebanyak tujuh kali, lalu sholat dua rokaat di belakang Maqom (lbrohim), dan (dilanjutkan) sa’i antara shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali." (HR. Lima ahli Hadits, kecuali Abu Dawud)
  • memulainya dari Bukit Shofa dan mengakhirinya di Bukit Marwah. Jabir ra. mengabarkan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Hendaklah kalian mulai (sa’i) dari yang terlebih dulu disebut Allah dalam Al-Qur’an (Bukit Shofa)". (HR. Nasai)
5.      Tahallaul adalah mencukur atau memotong rambut sebagai tanda selesainya melaksanakan serangkaian kegiatan dalam ibadah haji. Sedikitnya memotong tiga helai rambut. Rahmat Allah bagi yang menyelesaikan hajinya dengan tahallul. Muhammad Rosulullah saio. bersabda: "Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada mereka yang mencukur rambutnya." Mereka (para sahabat) mengatakan, "Yang memendekkan rambutnya juga, ya Rosulullah Nabi Muhammad saw. mengatakan : "Juga yang memendekkan rambutnya." (HR Muslim).

6.       Tertib, yaitu menjalankan rukun haji secara berurutan.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa