Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Haji dan Umrah » Wajib-Wajib Haji
Wajib-Wajib Haji
Labbaika Allaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal chamda wan ni`mata laka wak-mulka laa syariika laka. (Aku datang menyambut panggilan-Mu ya Allah.
Senin, 24 Oktober 2011
Tulisan Terkait

Wajib-wajib haji ada tujuh, yaitu:

  1. Ihrom mulai dari miqot;
  2. bermalam di Mudzalifah pada malarn hari raya haji setelah dari Padang Arofah. "Maka apabila kamu berangkat dari Arofah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam (Bukit Quzah di Mudzolifah). Dan berdzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu." (QS. 2/ATBaqoroh: 198)
  3. Melempar Jumroh Aqobah
  4. Melempari tiga jumroh (jumroh Aqobah, jumroh Ula, dan jumroh Wustho) setiap hari pada tanggai 11, 12, dan 13 bulan haji dan dilakukan setelah tergelincir matahari. Masing-masing dilempai sebanyak 7 (tujuh) kali dengan batu kecil.
  5. Bermalam di Mina
  6. Thowaf Wada’
  7. Menjauhkan diri dari larangan atau perbuatan yang diharamkan dalam ihrom dan umroh
a. bagi pria dilarang memakai pakaian berjahit;
b. menutup kepala bagi pria dan menutup wajah bagi wanita;
c. memotong kuku;
d. membunuh hewan buruan;
e. memakai wangi-wangian;
f. bersetubuh;
g. meng`akadkan nikah (menikah atau menikahkan)
h. memotong rambut atau bulu badan yang lain.
Bagi jamaah haji yang telah: 1) melempar jumroh Aqobah; 2) I bercukur atau memotong rambut; 3) thowaf yang diiringi sa`i, maka I mendapatkan tahallul (penghalalan larangan) yang pertama, yakni diperbolehkan melanggar larangan dari a sampai e. Dan jika sudah mengerjakan satu perkara (kewajiban haji) lagi, maka mendapatkan | tahallul (penghalalan larangan) yang kedua, yakni dibolehkan ! melakukan semua larangan di atas.

Sunnah Haji ada enam:

1.    Cara mengerjakan haji dan umroh ada tiga macam, yakni:

a. Haji Ifrod, adalah melakukan haji lebih dulu, kemudian umroh;
b. Haji Tamattu` adalah mendahulukan umroh kemudian haji;
c. Haji Qiron adalah ibadah haji dan umroh secara bersamaan.
2.    Membaca talbiyah selama dalam ihrom sampai melempar jumroh Aqobah pada hari Raya Idul Adha. Dalam membaca talbiyah dianjurkan mengeraskan suara. Zaid bin Kholid Al Juhaniy mengatakan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda: "Telah datang kepada saya Jibril As. dan berkata, `Wahai Muhammad, perintahlah sahabat-sahabat engkau agar meninggikan (mengeraskan) suara mereka dengan Talbiyah. Sebab Talbiyah itu sebagian dari syi`ar haji`." (HR. Ibnu Majah)

Berikut bacaan talbiyah:



Labbaika Allaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal chamda wan ni`mata laka wak-mulka laa syariika laka. (Aku datang menyambut panggilan-Mu ya Allah. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku sambut panggilan-Mu, dan hanya Engkaulah yang memiliki kerajaan. Tidak ada sekutu bagi-Mu).

1.       3.    Berdoa setelah membaca talbiyah. Khuzaimah bin Tsabit menceritakan bahwa Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Apabila beliau telah selesai membaca talbiyah, beliau meminta keridhoan Allah supaya diberi surga, dan meminta perlindungan kepada-Nya dari siksa api neraka. " (Riwayat Syafi’i dan Daruquthni)

2.     4.    Berdzikir sewaktu thowaf;

3.     5.    Sholat dua rokaat sesudah thowaf;

4.     6.    Masuk ke Ka’bah (rumah suci)







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa