Or signin with
Logo Abatasa Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Ibadah » Macam - Macam Ibadah
Macam - Macam Ibadah
Praktek ibadah sangatlah beragam, tergantung dari sudut mana kita meninjaunya.
Jum'at, 29 Juni 2012

  Praktek ibadah sangatlah beragam, tergantung dari sudut mana kita meninjaunya.

1.     Dilihat dari segi umum dan khusus, maka ibadah dibagi dua macam:

a)    Ibadah Khoshoh adalah ibadah yang ketentuannya telah ditetapkan dalam nash (dalil/dasar hukum) yang jelas, yaitu sholat, zakat, puasa, dan haji;

b)    Ibadah Ammah adalah semua perilaku baik yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT seperti bekerja, makan, minum, dan tidur sebab semua itu untuk menjaga kelangsungan hidup dan kesehatan jasmani supaya dapat mengabdi kepada-Nya.

2.     Ditinjau dari kepentingan perseorangan atau masyarakat, ibadah ada dua macam:

a)     ibadah wajib (fardhu) seperti sholat dan puasa;

b)    ibadah ijtima’i, seperti zakat dan haji.

3.     Dilihat dari cara pelaksanaannya, ibadah dibagi menjadi tiga:

a)     ibadah jasmaniyah dan ruhiyah (sholat dan puasa)

b)    ibadah ruhiyah dan amaliyah (zakat)

c)     ibadah jasmaniyah, ruhiyah, dan amaliyah (pergi haji)

4.     Ditinjau dari segi bentuk dan sifatnya, ibadah dibagi menjadi:

a)     ibadah yang berupa pekerjaan tertentu dengan perkataan dan perbuatan, seperti sholat, zakat, puasa, dan haji;

b)    ibadah yang berupa ucapan, seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berdzikir;

c)     ibadah yang berupa perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya, seperti membela diri, menolong orang lain, mengurus jenazah, dan jihad;

d)    ibadah yang berupa menahan diri, seperti ihrom, berpuasa, dan i’tikaf (duduk di masjid); dan

e)     ibadah yang sifatnya menggugurkan hak, seperti membebaskan utang, atau membebaskan utang orang lain.

Apapun macam ibadah yang akan kita lakukan, yang pasti selalu menghadapi godaan baik yang berasal dari hawa nafsu kita sendiri maupun dari setan baik dari golongan jin dan manusia, antara lain:

ü perasaan malas yang luar biasa, entah karena ingin menyelesaikan pekerjaan dengan segera, atau karena kelelahan.

ü terhalang pekerjaan yang menumpuk. Dalam hal ini ada memang oknum yang menghalang-halangi kita beribadah. Misalnya dengan mendesak agar tugas itu harus kita selesaikan secepatnya. Sehingga kita abaikan sholat Dhuhur atau Ashar. Orang yang menghalangi orang lain beribadah mendapat mendapat siksaan dunia akhirat. Dan siapakah yang lebih aniaya (selain) dari orang- orangyang menghalangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masukke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut. Mereka di dunia mendpaat kehinaan dan di akhirat mendapat azab yang besar. (QS. 2/Al-Baqoroh: 114)

 

 







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa