Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Ilmu Fiqih » Jenis-jenis Alat Untuk Thaharah (bag4)
Jenis-jenis Alat Untuk Thaharah (bag4)
Masih dalam bab Thaharah yaitu jenis-jenis alat untuk Thaharah, sekarang akan menjelaskan yang ke 8 mengusap dan menyingkirkan, 8. Mengusap (an-Nadfu) Kapas dapat membersihkan najis apabila diusapkan. Bekas najis akan hilang
Senin, 10 Desember 2012

8. Mengusap (an-Nadfu)
Kapas dapat membersihkan najis apabila diusapkan. Bekas najis akan hilang jika najis itu sedikit.

9. Menyingkirkan (at-Taqwii)
Menyingkirkan maksudnya adalah menyingkirkan bagian yang terkena najis dari bagian yang tidak terkena najis. Cara ini dapat membersihkan minyak beku yang terkena najis, seperti minyak samin dan yang sema-camnya. Hal ini berdasarkan hadits Maimunah, istri Rasulullah saw. yang mengatakan, bahwa seekor tikus telah jatuh ke dalam minyak samin lalu mati. Kemudian Rasulullah saw. ditanya tentang hal itu. Beliau menjawab "Buanglah tikus itu dan juga minyak samin yang ada di sekelilingnya. Adapun sisanya boleh dimakan."267 Hal ini disepakati oleh semua ulama. Jika minyak samin itu beku, maka najis: itu dibuang dan juga minyak yang ada di de katnya.

Jika najis itu jatuh ke dalam cairan se perti minyak dan minyak samin yang mencair, maka menurut jumhur ulama ia adalah na jis.268 Menurut ulama Hanafi, cairan itu boleh menjadi suci dengan cara menuangkan air ke atasnya sebanyak tiga kali, ataupun dengan cara meratakannya ke dalam bejana yang berlubang. Kemudian dituangkan air ke atasnya. Minyak itu akan naik ke permukaan, dan hendaklah minyak itu diambil atau dengan cara membuka lubang bejana itu, supaya air dapat mengalir keluar. Memahat (mencongkel) adalah sama seperti menyingkirkan.

Bahan-bahan yang beku atau keras, dapat disucikan dengan cara ini. Kecuali jika najis itu meresap ke dalam bagian-bagian bahan itu. Jika barang yang keras itu ialah bejana, maka ia dapat disucikan dengan cara menuangkan air ke atasnya, sehingga banjir dan kemudian dialirkan. Jika barang itu adalah barang yang dimasak seperti daging, gandum, dan ayam, maka ia menjadi suci dengan cara membasuhnya dalam keadaan mentah. Tetapi, ia tidak dapat menjadi suci jika ia terkena najis kemudian dimasak dengan api bersama-sama dengan najis itu. Sebab, najis sudah meresap ke dalam bagian barang itu. Berdasarkan ketetapan ini, maka jika kepala binatang direbus bersama daging dan usus besar sebelum dibasuh dan dibersihkan, maka ia tidak akan suci. Jika ayam direbus untuk memudahkan mencabuti bulunya sebelum perutnya dibedah (dan dikeluarkan najisnya), maka ia tidak akan suci sama sekali.

Ulama Madzhab Maliki dan Hambali sependapat dengan ulama Madzhab Hanafi bahwa daging yang direbus bersama dengan naj is tidak akan suci. Ulama Madzhab Maliki menambah lagi bahwa telur yang direbus dengan najis, buah zaitun yang dimasak dengan najis, atau dengan kayu-kayu yang diresapi najis, maka ia tidak dapat disucikan. Tetapi jika najis itu jatuh ke dalam daging yang sedang direbus sesudah daging itu masak, maka menurut ulama Madzhab Maliki ia dapat disucikan. Yaitu, dengan cara membasuh air kuah yang menempel pada daging tersebut. Itu pun dengan syarat najis itu tidak lama berada di dalamnya.

Ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa barang-barang yang membeku yang najis meresap ke dalamnya dapat disucikan. Jika daging dimasak dalam najis ataupun jika gandum diresapi najis ataupun pisau direndam ke dalam air bernajis, maka semuanya boleh disucikan dengan cara menuangkan atau mengguyur air ke atasnya. Kecuali, batu bata yang diadon dengan bahan najis yang beku, maka ia tidak bisa suci.

Dikutip dari Fiqih Islam WA ADILLATUHU

Prof. DR. Wahab AZ-Zuhali








comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa