Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Ilmu Fiqih » Niat Dalam Akad Atau Muamalah ( bag 3 )
Niat Dalam Akad Atau Muamalah ( bag 3 )
Ada satu permasalahan, ketika suatu akad tidak dibarengi dengan niat atau pendorong yang jelek yang tidak dibenarkan oleh syara`, apakah sah akad tersebut apabila menggunakan niat yang dapat mengubah sifat akad?
Senin, 25 Februari 2013

Ada satu permasalahan, ketika suatu akad tidak dibarengi dengan niat atau pendorong yang jelek yang tidak dibenarkan oleh syara’, apakah sah akad tersebut apabila menggunakan niat yang dapat mengubah sifat akad?

Madzhab Maliki dan Hanafi menegaskan bahwa niat mempunyai efek terhadap shighat akad. Mereka pun berpendapat bahwa nikah akan dihukumi sah jika akadnya menggunakan lafal apa pun yang menunjukkan kepada pemindahan kepemilikan barang secara seketika. Umpamanya adalah tazwij (menikahkan), nikah (menikah), tamlik (memindahkan kepemilikan), ja’Iu (menjadikan), hibah (memberikan), ’athiyah (memberikan), dan shada- qah (menyedekahkan) dengan syarat, niat, atau qarinah yang ada menunjukkan bahwa maksud lafal yang dipakai adalah mengarah kepada pernikahan (az-zawaj). Selain itu, disyaratkan juga para saksi memahami maksud akad tersebut. Hal ini karena akad pernikahan adalah sama dengan akad-akad yang lain, yang memerlukan kerelaan di antara kedua belah pihak yang melakukan akad. Oleh sebab itu, akad tersebut sah dilakukan dengan semua lafal yang menunjukkan kerelaan kedua belah pihak dan juga dapat mewakili keinginan kedua belah pihak.

Adapun akad jual beli, pembatalan akad (al-iqalah), akad sewa, dan hibah tidak bergantung kepada niat. Kalau seandainya ada orang yang memberikan barang kepada orang lain dengan bercanda, maka pemberian itu sah. Tetapi, madzhab Hanafi232 mengatakan bahwa, ’Apabila akad jual beli dilakukan dengan kata yang menunjukkan masa yang akan datang (mudhari*) dan kata tersebut tidak didahului dengan ’saufa’ (artinya ’akan’) atau huruf sin (juga menunjukkan ’akan’), maka akad tersebut memerlukan niat. Jika orang yang mengutarakan itu berniat menyerahkan barang itu secara tunai, maka jadilah akad menjual tersebut. Apabila tidak ada niat yang seperti itu, maka akadnya juga tidak jadi. Berbeda apabila yang digunakan adalah kata yang menunjuk-kan waktu lampau (al-madhi), maka akad jual beli tersebut tidak perlu bergantung kepada niat.

Adapun jika menggunakan kata kerja mudhari’ yang menunjukkan masa yang jauh di hadapan, maka ia disamakan dengan menggunakan kata perintah. Sehingga, akad jual beli yang menggunakan kata tersebut tidak sah meskipun dengan niat. Akad jual beli dengan cara main-main adalah tidak sah, karena ini menunjukkan tidak adanya kerelaan.

Adapun sahnya ikrar, akad perwakilan, akad penitipan, akad pinjam meminjam, qadzaf dan penetapan hukum mencuri, maka tidak perlu digantungkan kepada niat.

Penetapan hukum qishash perlu digantungkan kepada maksud pembunuhan yang dilakukan oleh orang yang membunuh. Tetapi, madzhab Hanafi mengatakan bahwa dikarenakan maksud atau pendorong dalam diri seseorang adalalah perkara yang ter-sembunyi. Maka, diperlukan alat untuk mengetahuinya. Jika orang yang membunuh itu memotong-motong tubuh orang yang dibunuh, maka pembunuhan itu ditetapkan pembunuhan sengaja sehingga orang tersebut wajib di-qishash. Namun jika orang yang membunuh itu tidak memotong -motong tubuh orang yang dibunuh, tetapi termasuk pembunuhan biasa, maka pembunuhan itu dikategorikan sebagai pembunuhan yang menyerupai sengaja (isyibhu ‘amd) sehingga tidak wajib dikenakan qishash. Ini adalah menurut pendapat madzhab Hanafi.

 

Sumber :

Sumber



Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa