Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Ilmu Fiqih » Cara Mensucikan Najis Yang Haqiqi Dengan Air ( Bag 4 )
Cara Mensucikan Najis Yang Haqiqi Dengan Air ( Bag 4 )
b. Memerah Sesuatu yang Dapat Diperah dan yang Telah Menyerap Banyak Najis Ulama madzhab Hanafi berpendapat jika tempat yang terkena najis itu termasuk jenis benda yang meresap banyak najis. Jika ia dapat diperah seperti pak
Rabu, 17 April 2013

b. Memerah Sesuatu yang Dapat Diperah dan yang Telah Menyerap Banyak Najis

Ulama madzhab Hanafi berpendapat jika tempat yang terkena najis itu termasuk jenis benda yang meresap banyak najis. Jika ia dapat diperah seperti pakaian, maka cara membersihkannya adalah dengan membasuh serta memerahnya hingga hilang zat najis itu. Cara ini dipakai sekiranya najis itu dari jenis najis yang dapat dilihat. Jika ia termasuk jenis najis hukmi, maka cara membersihkannya adalah dengan cara membasuhnya tiga kali serta memerahnya pada setiap kali basuhan.

Karena, air tidak dapat dikeluarkan dalam kadar yang banyak kecuali dengan cara memerahnya. Oleh sebab itu, pembasuhan tersebut tidak akan sempurna tanpa pemerahan itu.

Jika tempat yang terkena najis itu bukan dari jenis yang dapat menyerap air seperti wadah-wadah yang terbuat dari tanah liat atau logam, ataupun dari jenis yang dapat menerima resapan najis tapi sedikit seperti badan, khuf dan sepatu, maka cara membersihkannya ialah dengan cara menghilangkan zat najis itu.

Jika tempat yang terkena najis itu bukan termasuk jenis benda yang dapat diperah seperti tikar, sajadah, permadani, dan kayu, maka cara membersihkannya adalah dengan cara merendamnya ke dalam air. Cara ini diulangi sebanyak tiga kali, serta setelah setiap kali rendaman hendaknya dikeringkan. Dengan cara ini, maka benda itu akan menjadi bersih. Ini adalah pendapat yang rajih dari Abu Yusuf. Adapun Muhammad berpendapat bahwa benda-benda itu tidak akan menjadi bersih sama sekali.

Cara membersihkan bumi yang lembut ialah dengan cara mencurahkan air ke atasnya sehingga ia meresap ke bagian bawah tanah itu. Dengan cara itu, maka najis tersebut akan hilang. Dalam masalah ini, tidak disyaratkan bilangan basuhan tertentu. Namun untuk menetapkan bersihnya, hendaklah didasarkan kepada ijtihad dan keyakinan. Penyerapan air ataupun pengendapannya ke bagian bawah tanah disamakan dengan proses pemerahan di atas. Apabila diqiyaskan dengan zhahir ar- riwayat, maka cara membersihkannya adalah dengan cara mencurahkan air ke atasnya sebanyak tiga kali. Dan pada setiap kali curahan hendaklah dibiarkan ia mengendap ke bawah.

Jika tempat yang terkena najis tersebut dari jenis bahan yang keras dan terdapat suatu lubang atau saluran besar di bagian bawahnya, maka untuk membersihkannya dari najis hendaklah dengan cara mencurahkan air ke atasnya sebanyak tiga kali, dan kemudian air itu dikeluarkan melalui lubang tersebut. Tetapi jika ia tidak mempunyai lubang keluar air, maka tidak perlu dibasuh. Karena, basuhan itu tidak akan memengaruhi apa pun. Namun, menurut pendapat ulama madzhab Syafi’i, najis tersebut dapat dibersihkan dengan mencurahkan air yang banyak ke atasnya, seperti yang kita akan bahas nanti.

Selain madzhab Hanafi tidak mensyaratkan pemerahan pada sesuatu yang dapat diperah, karena dengan cara membasahi sebagian dari tempat itu sudah dapat menyebabkan benda itu menjadi bersih. Perselisihan pendapat ini disebabkan oleh hukum air basuhan tersebut, apakah ia bersih atau najis. Sekiranya ia dihukumi bersih, maka tidak wajib lagi diperah. Jika sebaliknya, maka wajib diperah. Tetapi, disunnahkan supaya diperah untuk mengelakkan pertentangan pendapat. Adapun benda-benda yang tidak dapat diperah, maka tidak disyaratkan hal yang demikian.

 







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa