Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Ilmu Fiqih » Hal-hal Yang Disunahkan Ketika Istinja 2
Hal-hal Yang Disunahkan Ketika Istinja 2
Hal-hal yang disunnahkan ketika istinja adalah: B. Menggunakan tiga batu ataupun kertas dan yang seumpamanya adalah sunnah menurut pendapat ulama madzhab Hanafi dan Maliki, dan wajib menurut pendapat ulama madzhab Syafi’i dan
Senin, 13 Mei 2013

B. Menggunakan tiga batu ataupun kertas dan yang seumpamanya adalah sunnah menurut pendapat ulama madzhab Hanafi dan Maliki, dan wajib menurut pendapat ulama madzhab Syafi’i dan juga Hambali. Oleh sebab itu, mereka berkata bahwa ada dua perkara yang diwajibkan ketika ber- istinja’ dengan batu. Salah satunya adalah memenuhi bilangan tiga kali usapan, meskipun hanya dengan menggunakan sudut- sudut pada bagian batu yang satu. Hendaklah bilangan usapannya diganjilkan, yaitu apabila bilangannya sudah tiga kali, maka boleh sampai bilangan tujuh kali jika tempat yang di-istinja’ itu belum suci dan bersih. Disunnahkan juga menggunakan setiap batu ataupun yang seumpamanya itu untuk membersihkan semua bagian tempat keluarnya najis. Dalil mereka adalah berdasarkan dua buah hadits, hadits pertama,

"Apabila salah seorang di antara kamu pergi ke tempat membuang najis, hendaklah ia membawa tiga buah batu karen: itu sudah mencukupi."
Hadits kedua,
"Siapa yang beristijmar, hendaklah ia mengganjilkan bilangan usapannya." [  Nailul Authar, Jilid I, Hlm 90,95 ]

C. Janganlah ber-istinja’ dengan menggunakan tangan kanan, kecuali dalam keadaan uzur. Karena, Rasul saw. bersabda,









"Apabila salah seorang di antara kamu kencing, maka janganlah ia menyentuh zakarnya dengan tangan kanannya. Dan apabiia ia memasuki kamar mandi, maka janganlah ia mengusap (najisnya) dengan tangan kanannya. Apabila ia minum, maka janganlah ia minum dengan sekali napas saja. "

Dengan demikian, maka ber-istinja’ dengan tangan kiri adalah sunnah.

E. Bersembunyi dan tidak membuka aurat di hadapan pandangan orang lain adalah wajib ketika ber-istinja’ dan juga ketika membuang air. Sebab, membuka aurat adalah haram dan dapat menyebabkan fasiq. Maka, janganlah sampai dilakukan untuk tujuan menegakkan sunnah. Hendaklah tempat keluar najis-yang ada di balik pakaian-itu diusap dengan batu atau yang semacamnya. Namun jika tempat keluar najis itu dibiarkan tanpa diusap, maka shalat orang tersebut sah. Karena, apa yang masih terdapat pada tempat keluar itu tidaklah dianggap. Dalil yang menunjukkan wajib berlindung adalah beberapa buah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah, di antaranya adalah,

"Siapayang pergi ke tempat menunaikan hajat, hendaklah ia berlindung. Jika ia tidak dapat berlindung kecuali dengan menghimpun sekumpulan pasir, maka hendaklah ia membelakanginya."

Hendaklah dilakukan di suatu tempat yang jauh dari keramaian seperti di bagian padang pasir dan seumpamanya, yang mana bagian itu tidak didengar bunyinya dan tidak tercium baunya.

F. Orang yang ber-istinja’ dengan air hendaklah menggosok tangannya dengan tanah, kemudian membasuhnya selepas ber- istinja’ baik menggosoknya itu dengan tanah ataupun sabun, garam halus dan yang seumpamanya.

G. Mengeringkan bagian dubur sebelum berdiri jika dia sedang berpuasa, agar tem-pat duduk [bagian dubur itu] itu tidak menghisap air yang ada.

H. Lelaki hendaklah memulai istinja’ pada kemaluan depan terlebih dahulu agar ta-ngannya tidak menjadi kotor apabila dia memulai istinja’ pada kemaluan belakang (dubur). Adapun bagi perempuan, diberi pilihan untuk memulakan istinja’-nya pa-da salah satu di antara kedua kemaluannya. Menurut pendapat ulama madzhab Syafi’i dan Hambali, seseorang disunnah- kan mencurahkan air ke kemaluannya dan juga kain yang dipakainya agar hilang perasaan waswas pada dirinya.


           Sumber
 
   
                                                                                             
                     
                     
                     
Penerbit
Penerjemah
Penyunting
Penerbit
: Darul Fikr, Damaskus - 2007 M - 1428 H
: Abdul Hayyie al-Kattani, dkk.
: Budi Permadi
: GEMA INSANI







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa