Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Ilmu Fiqih » Adab dan Fadhilah Wudhu III
Adab dan Fadhilah Wudhu III
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Allah, Tuhan Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku dari kalangan orang yang ...
Rabu, 26 Maret 2014

14.       Meletakkan wadah yang terbuka seperti wadah air di sebelah kanan orang yang bersuci, karena posisi seperti itu merupakan posisi yang lebih mudah untuk mencapai wadah tersebut.

15.       Membaca dua kalimat syahadat serta berdoa setelah berwudhu. Ulama madzhab Hambali berpendapat bahwa hal tersebut sama seperti yang dilakukan setelah mandi.


Bacaan itu adalah,



"Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Allah, Tuhan Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku dari kalangan orang yang bertobat, dan jadikanlah aku dari kalangan orang yang suci. Mahasuci Engkau, dan segala puji hanya bagi Engkau. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun kepada Engkau dan aku bertobat kepada Engkau."

Sunnah membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw. setelah berwudhu, yaitu mengucapkan kata yang bermaksud,



"Ya Allah, berilah shalawat dan sa- lam-Mu kepada Nabi Muhammad saw. dan keluarga beliau."

Juga, disunnahkan mengucapkan dua kalimat syahadat berdasarkan hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari Umar secara marfu`,



"Tidakada seorang pun di antara kamu yang berwudhu, lalu ia menyempurnakannya, kemudian ia membaca, `Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah,` melainkan niscaya akan terbuka pintu- pintu surga yang berjumlah delapan yang dapatia masuki dari mana saja ia mau."

At-Tirmidzi dalam riwayatnya telah menambahkan,



"Mahasuci Engkau ya Allah, dan segala puji hanya bagi Engkau. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampunan Engkau dan aku be tobat kepada Engkau."

Dia menambah lagi,



"Ya Allah, jadikanlah aku dari kalangan orang yang bertobat dan jadikanlah aku dari kalangan orang yang bersuci."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud.

An-Nasa`i dan al-Hakim telah meriwa- yatkan dari Abu Sa`id al-Khudri, "Siapa yang berwudhu dan membaca,



niscaya akan ditulis (bacaannya itu) di atas kertas, kemudian akan dicap dengan (cincin) dan ia tidak akan hancur hingga ke hari Akhirat."

Maksudnya, ia tidak akan terhapus. As-Samiri berkata, "dengan membaca al- Qadr sebanyak tiga kali."

Adapun doa ketika membasuh setiap anggota wudhu, pada dasarnya tidak ter- dapat dalam kitab-kitab hadits. Hal ini seperti yang dikatakan oleh an-Nawawi. Akan tetapi, ulama madzhab Hanafi dan Maliki mengatakan bahwa doa tesebut disunnahkan, sedangkan yang sebagian yang lain dari ulama madzhab Syafi`I mengatakan doa tersebut adalah mubah.

 







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa