Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Ilmu Fiqih » BAB HUDUD - Had Zina ( bag1 )
BAB HUDUD - Had Zina ( bag1 )
Perlu diketahui wanita muslimah, bahwa pemberian syafa`at dalam menjalankan hudud itu sama sekali tidak diperbolehkan. Karena, hudud itu meru¬pakan hukum Allah Azza wa Jalla yang tidak boleh dilanggar oleh seorang pun, baik
Kamis, 04 Oktober 2012

3. Pemberian Syafa’at Dalam Hudud
Perlu diketahui wanita muslimah, bahwa pemberian syafa’at dalam menjalankan hudud itu sama sekali tidak diperbolehkan. Karena, hudud itu merupakan hukum Allah Azza wa Jalla yang tidak boleh dilanggar oleh seorang pun, baik yang mempunyai kedudukan tinggi atau rendah, berkulit hitam maupun putih. Sebab semua manusia itu sama di hadapan hukum Allah.

Da.nAsyzhRadhiyallahuAnha, dia menceritakan: "Orang-orang Quraisy merasa kebingungan dengan masalah seorang perempuan Makhzumiyah yang mencuri. Mereka menawarkan: ‘Siapakah yang akan membicarakan masalah ini kepada Rasulullah?’ Mereka mengatakan: ‘Tidak ada yanj; berani melakukan hal itu kecuali Usamah bin Zaid, dia adalah orang kecintaan Rasulullah.’ Lalu Usamah membicarakan hal itu kepada Rasulullah. ‘Apakah kamu bermaksud memintakan pertolongan (keringanan) terhadap sa lah satu hukum Allah?’ tanya Rasulullah. Selanjutnya beliau berdiri dan berpidato, ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kehancuran generasi sebelum kalian adalah karena jika orang mulia dari kalangan mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Tetapi jika orang lemah di antara mereka mencuri, maka mereka menegakkan had (hukuman potong tangan) atasnya. Demi Allah, sekiranya Fatimah puteri Muhammad mencuri, maka akan aku potong tangannya.’" (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi Shal- lallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
hadits

"Saling memaafkanlah kalian atas hukuman-hukuman yang masih berada di tangan kalian. Manakala perkaranya telah sampai ke tanganku, maka pelaksanaan terhadap hukuman itu adalah wajib. " (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Al-Hakim)


4. Had Zina

A.   Arti zina

       Zina adalah hubungan badan yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan tanpa melalui pernikahan yang sah, baik melalui alat kelamin maupun dubur.

B.   Hukum zina

Zina merupakan salah satu dari perbuatan dosa besar dalam semua agama. Allah Subhanahu wa Ta ’ala sendiri telah befirman dalam Al-Qur’an:
"Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan merupakan jalan yang buruk. " (Al-Isra’: 32) Dalam surat yang lain, Dia juga befirman:
"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah setiap orang dari keduanya seratus kali dera. " (An-Nuur: 2)
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ditanya tentang dosa terbesar, beliau menjawab: "Yaitu jika kamu berbuat zina dengan isteri tetanggamu." (Muttafaqun ‘Alaih)
C.  Syarat-syarat pemberlakuan had zina

1.  Orang yang berzina itu ada lah muslim dan berakal, laki-laki maupun perempuan.
2.  Melakukan perbuatan zina itu dengan senang hati, dan tidak ada perasaan benci. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam:hadits
Diberikan maaf bagi umatku karena kesalahan dan kealpaan serta apa yang tidak disukainya. " (HR. Ibnu Majah, dengan sanad shahih)

3.  Orang yang berzina itu mengakui perbuatannya, sedang ia berada dalam keadaan stabil. Atau dapat juga ditempuh melalui kesaksian empat orang yang adil, yang menyatakan dengan benar bahwa mereka benar-benar menyaksikannya berzina, dan menyaksikan kemaluannya bertemu dengan kemaluan lawan jenisnya. Hal itu sebagaimana yang difirmankan Allah Azza wa Jalla:
"Dan terhadap para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, datangkanlah empat orang di antara kalian untuk menjadi saksi. "(An-Nisa’:
15)
4.  Atau terjadi kehamilan, tetapi tidak ada bukti kongkret yang dapat dijadikan bagi si wanita tersebut untuk mempertahankan diri dari hukuman had zina. Pertahanan diri di sini dapat direalisasikan jika kehamilannya itu disebabkan oleh perkosaan, atau sebab hubungan badan yang dilakukan tanpa adanya kesadaran diri (pingsan).
5.  Tidak adanya pencabutan pengakuan berbuat zina oleh si pelaku.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa