Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Najis Dan Tingkatannya » Mensucikan Badan Pakai Tanah
Mensucikan Badan Pakai Tanah
Bila pakaian dan badan kena najis, hendaklah dicuci dengan air hingga hilang bila asalnya ia dapat dilihat, seperti darah. Bila setelah dicuci itu masih ada bekas yang sukar menghilangkannya, maka dima`afkan.
Jum'at, 06 September 2013

Bila pakaian dan badan kena najis, hendaklah dicuci dengan air hingga hilang bila asalnya ia dapat dilihat, seperti darah. Bila setelah dicuci itu masih ada bekas yang sukar menghilangkannya, maka dima`afkan.

Dan jika najis itu tidak kelihatan seperti kencing, cukuplah mencucinya walau agak sekali. Dari ‘Asma binti Abu Bakar r.a. katanya :

Artinya :
"Salah seorang di antara kami, kainnya kena darah haid, apa yang seharusnya diperbuatnya?" demikian tanya salah seorang wanita yang datang menanyakannya kepada Nabi.

Ujar Nabi: "Hendaklah dikoreknya kemudian digosok-gosoknya dengan air, lalu dicuci, dan setelah itu dapatlah dipakainya buat sembahyang! " (Disepakati oleh Ahli-ahli hadits).

Dan bila najis itu mengenai ujung bawah kain wanita, ia akan disucikan oleh tanah, berdasar apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, bahwa seorang wanita menanyakan kepada Ummu Salamah r.a.: "Saya melepas ujung kainku terjelar ke bawah, padahal saya berjalan di tempat yang kotor." Ummu Salamah-pun berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Ujung kain itu akan disucikan oleh barang yang mengenainya setelah itu."(Hr. Ahmad dan Abu Daud).
Bila tanah ditimpa najis, maka disucikan dengan menumpahkan air padanya, berdasarkan hadits Abu Hurairah r.a. katanya:

Artinya :
"Seorang badui berdiri lalu kencing di dalam mesjid. Maka orang-orang pun sama berdiri untuk menangkapnya. Nabi saw. bersabda: "Biarkan dia dan siramlah kencingnya itu dengan seember atau setimba air, karena tuan-tuan dibangkitkan untuk memberi keringanan dan bukan untuk menyebabkan kesukaran. " (Hr Jama`ah kecuali Muslim).

Juga dibersihkan dengan jalan mengeringkannya, baik tanah itu sendiri , maupun apa yang berhubungan erat dengannya seperti pohon dan bangunan.

Berkata Abu Qalabah: "Tanah kering adalah tanah yang suci , " dan berkata Aisyah r.a.: "Mensucikan tanah ialah dengan mengeringkannya." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaiban). ini berlaku jika najis itu cair. Adapun bila beku, maka tanah tidak menjadi suci kecuali dengan melenyapkan benda najis tersebut atau membuangnya.

 







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa