Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Fiqih » Najis Dan Tingkatannya » Kenajisan Tubuh Manusia
Kenajisan Tubuh Manusia
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam,Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna
Jum'at, 01 Juni 2012
Tulisan Terkait

Tubuh manusia pada dasarnya adalah bendayang suci, sebagaimana firman Allah SWT :



Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam,Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
(QS. Al-Isra’ : 70)

Bahkan termasuk tubuh orang kafir sekalipun,karena ayat yang menyatakan bahwa orang kafir(musyrik) itu najis sesungguhnya tidak terkait dengan najis secara hakiki atau ’ain, melainkan secara hukmi.



Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis
(QS. At-Taubah : 28)

Secara hukum thaharah, orang kafir tidak suci dari hadats kecil dan besar, karena mereka tida kberwudhu atau mandi janabah. Sebagian yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud najis adalah aqidahnya. 2
-----------------------------------------------------------------------------------------------
2) Al-Iqna’ li asy-syarbini al-khatib jilid 1 halaman 30

Dasar bahwa tubuh orang kafir itu tidak merupakan najis adalah ketika Nabi SAW menerima utusan dari Tsaqif yang nota bene adalah orang kafir, di dalam masjid.



Dari Utsman bin Abil Ash bahwa Rasulullah SAW menerima utusan dari Tsaqif di dalam masjid.
(HR. Abu Daud)

Dengan pandangan para fuqaha ini, apa yang dilakukan oleh sebagian aliran sesat di Indonesia yang menganggap saudara-saudara muslim sebagai orang kafir, telah menyalahi dua hal sekaligus :

Pertama, mengkafirkan sesama muslim.

Dalam pandangan aliran sesat umumnya, semuaorang yang tidak bersyahahadat ulang di depanimam mereka, dianggap belum muslim. Tentu sajapandangan ini keliru, karena pada dasarnya setiaporang dilahirkan dalam keadaam muslim, dan akantetap menjadi muslim tanpa harus bersyahadat lagi.

Adapun syahadat hanya dibutuhkan ketika orang yang kafir mau masuk Islam. Sementara orang yang lahir dari ayah dan ibu yang muslim, lalu tumbuh besar dan dewasa sebagai muslim, tentu saja hukumnya muslim.

Kedua, menganggap orang kafir itu najis.

Ini kesalahan mereka yang kedua. Padahal Nabi SAW menerima utusan dari Tsagif yang notabene kafir justru di dalam masjid.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa