Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Hikmah » » Perempuan Mampu Memadukan Peran Domestik dan Publik I
Perempuan Mampu Memadukan Peran Domestik dan Publik I
Diakui atau tidak, selama ini kecenderungan masyarakat menempatkan laki-laki di dunia publik dan perempuan dl dunia domestik terjadi hampir pada setiap peradaban manusla. Mitos semacam ini telah melahirkan kesenjangan sosial
Rabu, 23 April 2014

Diakui atau tidak, selama ini kecenderungan masyarakat menempatkan laki-laki di dunia publik dan perempuan dl dunia domestik terjadi hampir pada setiap peradaban manusla. Mitos semacam ini telah melahirkan kesenjangan sosial yang berkepanjangan antara kedua jenis kelamin. Perempuan dianggap seperior dalam aktivitas rumah tangga (wilayah domestik), sementara laki-laki dianggap paling unggul dalam wilayah publik.

Benarkah perempuan hanya mampu berperan di wilayah domestik dan tidak kompeten untuk terlibat di wilayah publik? Rasa-rasanya kita perlu melakukan telaah teologis dan histroris untuk menjawab pertanyaan ini.

Telaah teologis mengajak kita untuk kembali mengkaji ayat-ayat Al-Qur`an secara mendalam. Dan jika kita telah melakukan hal itu niscaya kita akan menemukan bukti bahwa Al-Qur`an banyak mengisahkan perempuan-perempuan yang aktif dan sukses di wilayah domestik dan publik, di antaranya dalam surat An-Naml ayat [27]: 23, “Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah kaumnya dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.”

Ayat ini mengisyaratkan bahwa ada seorang perempuan yang sangat cakap memegang kekuasaan, dia adalah Ratu Bilqis. Ini terbukti dalam sejarah bahwa dia mendapatkan surat dari Nabi Sulaiman. Dalam menyikapi hal tersebut, dia tidak langsung memutuskan apa solusi yang hendak diambil, tapi Ratu Bilqis memusyawarahkannya dengan para menteri dan staf ahlinya. Setelah bermusyawarah, ditemukanlah solusi yang sangat bijaksana, sehingga mereka yang hadir menerima dengan lapang dada. Dari peristiwa itu, bisa dikatakan bahwa kinerja yang dilakukan Ratu Bilqis di wilayah publik sangatlah kompeten. Dia mampu menghasilkan output yang sangat besar dengan memberikan salah satu kebijakan yang merupakan masukan (input) dalam memutuskan suatu problem, sehingga memberikan manfaat nyata untuk banyak orang.

Sedangkan telaah historis mengajak kita untuk menengok kondisi perempuan pada masa Nabi Saw. Pada masa itu, kaum perempuan memperoleh kemerdekaan dan suasana batin yang cerah. Rasa percaya mereka semakin kuat, sehingga di antara mereka mencatat prestasi gemilang, baik dalam sektor domestik maupun dalam sektor publik.

Tidak diragukan lagi bahwa terdapat perempuan yang sukses di wilayah domestik dan publik pada masa Nabi Saw. Sejarah mencatat dan mengabadikan nama besar mereka dalam pengembangan intelektualitas. Pada masa Rasulullah, studi keagamaan merupakan bidang terfavorit bagi kaum perempuan, sehingga banyak perempuan muslim yang menjadi tokoh terkemuka di kalangan para ahli haditst dan ahli hukum. Peringkat pertama teratas adalah Aisyah, istri Nabi Saw. la adalah ilmuwan terkenal pada masanya. Perspektif ke depan dan nasihat yang ia miliki mengenai persoalan kaum muslimin dianggap sangat penting oleh para penguasa Islam saat itu. Aisyah dipercaya memiliki ribuan haditst yang diterima langsung dari Nabi Saw dan sampai hari ini tetap dinilai memiliki otoritas yang tinggi dalam yurisprudensi Islam. Nama lain yang terkenal adalah Nafisah, keturuan Ali, yang menjadi ahli hukum dan ahli teologi terkemuka. Shuhdah yang merupakan nama termuda dalam keilmuan tradisional, terutama hadits, yang merupakan sebuah disiplin ilmu orang Islam yang diajarkan secara eksklusif kepada kaum laki-laki.

Dalam hal bisnis, kaum perempuan juga banyak andil di dalamnya. Contoh kongkritnya adalah Khadijah binti Khu-wailid yang terkenal sebagai komisaris perusahaan; Zainab binti Jahsh sebagai pengusaha tekstil; Ummu Salim binti Malham sebagai manajer salon kecantikan; Qillat Ummi Bani Anwar berprofesi sebagai pengusaha, dan al-Shifa sebagai sekretaris Hisbah dan pernah ditugasi oleh Umar bin Khattab mengelola pasar Kota Madinah.

Di samping itu, ternyata banyak perempuan yang masuk wilayah medis. Peran serta aktif dalam peperangan merupakan kebiasaan mereka, sehingga dapat memberikan pertolongan pada orang yang terluka, mengambilkan air, mengirimkan korban ke Madinah, juga membangkitkan semangat juang kaum laki-laki. Adapun nama-nama ilmuwan kedokteran di antaranya adalah Zainab dari Bani Aud, suku yang terkenal menjadi dokter umum dan dokter spesialis mata. Ada juga nama Umm al-Hasan binti Qadi Abi Ja`far al-Tanjali yang terkenal sebagai dokter yang berpengetahuan luas. (bersambung...)










comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa