Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Hikmah » » Perempuan Mampu Memadukan Peran Domestik dan Publik II
Perempuan Mampu Memadukan Peran Domestik dan Publik II
Dalam bidang kesusteraan, kaum perempuan juga mendapatkan reputasi tinggi. Ini bisa diketahui dengan adanya nama al-Khansa, penyair terbesar pada masa itu. la pernah mendapat pujian dari Nabi Saw dengan menyatakan bahwa puisi
Selasa, 29 April 2014

Sambungan dari Perempuan Mampu Memadukan Peran Domestik dan Publik I

Dalam bidang kesusteraan, kaum perempuan juga mendapatkan reputasi tinggi. Ini bisa diketahui dengan adanya nama al-Khansa, penyair terbesar pada masa itu. la pernah mendapat pujian dari Nabi Saw dengan menyatakan bahwa puisi karyanya merupakan puisi yang tidak ada bandingannya. Di samping itu juga nama Qatilah dengan karyanya sebuah elegi terkenal tentang kematian saudara laki-lakinya. Ini juga mendapatkan pujian dari Nabi Saw.

Demikian banyak data sejarah yang menuliskan bahwa kaum perempuan juga ikut bergabung dalam peperangan sebagai pejuang yang tangguh. Mereka bertempur berdampingan dengan laki-laki. Dalam setiap event, mereka memainkan peran yang sangat penting, sehingga bisa memperoleh puncak kesuksesan yang dapat diperhitungkan. Di antaranya adalah Nusaibah, istri Zaid bin Asim, yang terjun dalam kancah perang Uhud untuk melindungi Nabi saw. Bukti kemahirannya, ia berhasil melukai 11 orang musuh. Kemudian dalam perang Yarmuk, nama Hindun binti Utbah dan Hindun binti al-Harist binti Hisyam adalah dua orang perempuan yang luar biasa. Mereka berdua berpartisipasi secara efektif, sehingga dalam hal ketangkasan memainkan pedang sebanding dengan laki-laki (Haefa A. Jawad, 2002: 72-74)-

Dari data-data sejarah di atas, kita dapat mengatakan bahwa sesungguhnya perempuan dapat berperan di wilayah ganda; domestik dan publik secara maksimal. Bahkan peran perempuan dalam wilayah domestik dan publik tersebut kadang-kadang mengalahkan laki-laki, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sebagai bukti, perempuan dapat mengatur keperluan rumah tangga di pagi hari, kemudian dia bekerja di luar sampai sore hari, dan sepulang kerja di malam hari ia masih mampu mengurus keperluan rumah tangga. Seolah-olah tidak ada perasaan lelah sedikit pun. Berbeda dengan laki-laki, sebelum bekerja mencari nafkah segala keperluannya dipersiapkan oleh perempuan, dan setelah pulang kerja ia minta dilayani oleh pasangannya. Jadi, siapa yang lemah sesungguhnya?

Oleh karena itu, sangatlah wajar kalau kita harus memuliakan perempuan, karena ia mampu berperan secara optimal dalam setiap kondisi. la mampu berperan di wilayah domestik, perannya juga tidak kalah hebat dibanding laki-laki di wilayah publik. Bahkan pada saat tertentu perempuan mampu mensinergikan peran domestik dan publik dalam waktu bersamaan (multitasking), baik sebagai ibu, istri, anak, ataupun makhluk sosial.

Pertama, sebagai ibu. Perempuan sebagai ibu harus mampu berperan optimal untuk mendidik putra-putrinya, karena perempuan adalah pendidik utama dan pertama, yang apabila dipersiapkan dengan baik akan mampu melahirkan anak-anak yang berkualitas (al-ummu madrasatul ula idza a’dadtaha a’dadta sayyidal aghraq). Sebagai ibu, perempuan juga harus tampil sebagai sosok teladan yang bisa diikuti oleh anak-anaknya. Sebab anak-anak adalah pe-contoh yang baik terhadap apa saja yang dilakukan orang-orang terdekatnya, terutama ibu.

Kedua, sebagai istri. Perempuan sebagai istri harus mampu berperan optimal untuk menjadi pendamping setia suami. Perempuan bukanlah “lawan jenis” dari laki-laki atau suaminya, tetapi perempuan adalah “pasangan jenis” laki-laki atau suaminya. Karena itu, ia harus bekerjasama secara resiprokal dengan suaminya dalam rangka menciptakan kehidupan yang lebih balk dalam rumah tangganya. Islam mengangkat nilai perempuan sebagai istri dan menjadikan pelaksanaan tugas suami-istri sebagai jihad di jalan Allah. Islam pun telah menjadikan istri yang shalehah merupakan kekayaan yang paling berharga bagi suaminya setelah beriman kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Islam menganggap istri yang shalehah itu sebagai salah satu sebab kebahagiaan. Rasulullah Saw bersabda, "Seorang mukmin tidak memperoleh kebahagiaan setelah bertakwa kepada Allah yang lebih baik, selain istri yang shalehah, yaitu jika suami menyuruh dia taat, jika dipandang dia menyenangkan, jika bersumpah padanya ia mengiyakan, dan jika suami pergi maka dia memelihara diri dan harta suaminya." (HR. Ibnu Majah).

Ketiga, sebagai anak. Perempuan sebagai anak berkewajiban untuk bersikap hormat pada orang tua dan taat atas segala perintahnya selama tidak melanggar ketentuan syariat Islam. Adapun jika orang tua menyuruh perempuan pada sikap atau perbuatan maksiat, maka kewajiban anak tentu saja tidak boleh mengikutinya, namun perempuan tetap saja harus menjalin hubungan baik dengan orang tuanya. Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman, "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman [31]: 15).

Keempat, sebagai makhluk sosial. Perempuan sebagai makhluk sosial harus mampu berperan secara optimal untuk menjadi anggota masyarakat yang baik sesuai dengan skill, kompetensi, dan profesinya masing-masing. Tersebar anggapan di kalangan orang-orang yang tidak suka terhadap Islam, bahwa Islam telah memenjarakan perempuan di dalam rumah, serta tidak memperbolehkan perempuan bekerja atau beraktivitas di luar rumah. Anggapan itu tentu saja salah besar. Sebab Islam tidak sedikit pun melarang perempuan untuk bekerja di luar rumah selama pekerjaannya itu tidak menyalahi kodratnya sebagai perempuan serta tidak melanggar syariat Allah dalam bekerja.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa