Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Hikmah » » Perempuan Memiliki Otak yang Cerdas II
Perempuan Memiliki Otak yang Cerdas II
Aisyah binti Abu Bakar, istri Nabi Muhammad saw, yang memiliki keahlian khusus di bidang hadits dan yurisprudensi hukum Islam. Di seluruh dunia, ia diakui sebagai pembawa riwayat paling otentik ajaran Islam seperti apa yang..
Senin, 12 Mei 2014

Kelanjutan...

Oleh karena itu, sangat wajar kalau sejak zaman dahulu banyak perempuan yang memiliki otak yang cerdas dan menjadi ilmuwan ternama dalam berbagai bidang, yaitu sebagai berikut:

1. Di bidang agama, ada Aisyah binti Abu Bakar, istri Nabi Muhammad saw, yang memiliki keahlian khusus di bidang hadits dan yurisprudensi hukum Islam. Di seluruh dunia, ia diakui sebagai pembawa riwayat paling otentik ajaran Islam seperti apa yang telah disunahkan oleh suaminya, Rasulullah saw. la dianugerahi ingatan yang sangat tajam dan mampu mengingat segala pertanyaan yang diajukan para tamu perempuan kepada Nabi, juga mengingat segenap jawaban yang diberikan oleh Nabi. Diingatnya secara sempurna semua kuliah yang diberikan Nabi kepada para delegasi dan jamaah di masjid. Karena kamar Aisyah itu bersebelahan dengan masjid, dengan cermat dan tekun, ia mendengarkan dakwah, kuliah, dan diskusi Nabi dengan para sahabatnya. la mengajukan juga pertanyaan-pertanyaan kepada Nabi soal-soal yang sulit dan rumit sehubungan dengan ajaran Islam. Hal-hal inilah yang menyebabkan ia menjadi ilmuwan periwayat paling besar dan paling otentik bagi sunah Nabi dan ajaran Islam. Nama lain yang terkenal di bidang agama ini adalah Asma’ binti Yazid bin As-Sakan. la adalah perempuan Anshar dari suku Aus Asyhaliyyah. la merupakan perempuan ahli haditst, cerdas, taat beragama, dan ahli pidato sehingga diberi gelar orator perempuan.

2. Di bidang kedokteran, ada Rufayda atau yang terkenal dengan sebutan Rufayda Al-Aslamiyah. la merupakan perawat pertama dalam sejarah Islam. la hidup pada masa Nabi Muhammad saw. Peranannya dalam dunia medis sangat penting untuk merawat prajurit yang terluka dalam perang Badar. Rufayda belajar pengetahuan medis dari ayahnya, Sa’ad Al-Aslamy, yang juga seorang dokter. la sering membantu ayahnya mengobati pasien. Pada akhirnya, ia yang syarat pengalaman, mengabdikan diri dalam bidang yang dikuasainya. la menjadi seorang yang andai dalam bidangnya, yaitu dunia kedokteran. Selain Rufayda, ada Syifa binti Abdullah dan Nusayba binti Harist yang juga menguasai ilmu kedokteran.

3. Di bidang matematika, ada Sutayta Al-Mahamli. Pakar matematika ini hidup pada paruh kedua abad ke-10. la berasal dari keluarga berpendidikan tinggi di Baghdad, Irak. Ayahnya, Abu Abdallah Al-Hussein, menjabat sebagai hakim yang juga penulis sejumlah buku, termasuk Kitab fi Al-Fiqh dan Shalat Al-`ldain. Selain Sutayta, ada juga nama Labana Cordoba adalah perempuan cerdas yang menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama matematika. Labana dikenal dengan kemampuannya menyelesaikan beragam masalah matematika yang sangat pelik, baik aritmatika, geometri, maupun aljabar. Saat itu tak banyak ilmuwan laki-laki yang mampu memecahkan masalah sepelik itu. Melalui kecerdasannya, ia menuai buah manis. la menjadi pegawai pemerintahan. Labana diangkat menjadi sekretaris Khalifah Al-Hakam II dari Dinasti Bani Umayyah.

4. Di bidang pertahanan, ada Zubaidah bin Al-Ja’far. la adalah istri Harun Ar-Rasyid. Zubaidah juga seorang perempuan terkaya dan terkuat pada masanya. la terkenal sebagai bangsawan yang dermawan, la terkenal dengan proyek raksasa pembangunan pusat pertahanan, pelayanan, dan sumur sepanjang rute Ziarah dari Baghdad ke Mekah, bahkan sampai saat ini di pinggiran Mekah ada saluran air yang dinamakan Zubaidah. la juga terkenal sebagai pelindung seni dan puisi kerajaan.

5. Di bidang pendidikan, ada Dhayfa Khatun. la merupakan istri penguasa Aleppo, Suriah, Al-Zahir Ghazi. Ayahnya adalah Raja Al-Adel, saudara laki-laki Sala-huddin Al-Ayyubi. Dengan kekuasaan dan kekayaannya, ia menjadi orang yang yang dermawan. Sebuah yayasan ia bentuk untuk memberikan bantuan pada fakir-miskin. la pun memberi dukungan dana bagi para saintis. Untuk memajukan pendidikan di wilayahnya, ia mendirikan dua lembaga pendidikan, yaitu Al-Ridous, sekolah yang khusus didirikan untuk kajian studi Islam dan hukum Islam. Lokasi Al-Ridous berada di dekat Bab Al-Makam, Aleppo. Sekolah tersebut memiliki tujuh unit bangunan, termasuk aula tempat tinggal para siswa dan sebuah masjid. Sementara itu, lembaga pendidikan lainnya adalah Al-Khankah yang digunakan untuk studi syariah dan bidang lainnya.

Nama lain yang terkenal di bidang pendidikan adalah Hurrem Sultan, yang lahir pada 1500 Masehi, la istri penguasa Turki Usmani, Suleyman Agung. Selama hidupnya, ia fokus pada kegiatan sosial dan pendirian sejumlah lembaga pendidikan, termasuk sebuah komplek masjid di Is-tanbul dan komplek Haseki Kulliye. Komplek Kulliye ini terdiri atas bangunan masjid, madrasah, sekolah, dan dapur umum. la pun membangun cifte hamam, pemandian yang memisahkan bagian untuk laki-laki dan perempuan, dua sekolah dan rumah sakit khusus perempuan. Di Mekah, ia membangun empat sekolah, sedangkan di Yerusalem ia membangun satu sekolah. Hurrem Sultan meninggal dunia pada April 1558 M dan dimakamkan di pemakaman Masjid Suleymaniye.

Selain Dhayfa Khatun dan Hurrem Sultan, ada juga perempuan yang sangat concern dalam bidang pendidikan. Dia adalah Fatima Al-Fehri, perempuan kelahiran Tunisia yang cerdas dan kaya raya. Fatima memanfaatkan sebagian be-sar kekayaannya untuk membangun sebuah masjid, yaitu Masjid Qawariyin. Masjid yang dibangun pada tahun 859

Masehi ini juga digunakan sebagai universitas. Mahasiswa dari seantero dunia banyak berdatangan ke sana untuk menimba ilmu tentang astronomi, bahasa, dan sains. Melalui universitas tersebut, angka Arab kian dikenal dan banyak digunakan di Eropa. Fatima telah melakukan langkah pen-ting dalam memajukan peradaban dan pendidikan, yaitu melalui usahanya dalam mendirikan lembaga pendidikan yang baik, layak, dan menerima kaum perempuan sebagai anak didiknya.

Itulah beberapa perempuan pada masa dahulu yang terkenal akan kecerdasan otaknya dan peranannya dalam membangun peradaban Islam. Dengan membaca profil perempuan-perempuan di atas, kita semakin yakin bahwa sesungguhnya perempuan itu adalah makhluk cerdas, tidak kalah cerdas ketimbang laki-laki. Dengan demikian, kalau masih ada anggapan miring tentang rendahnya otak perempuan, maka kita tidak perlu menanggapinya dengan se-rius karena hal itu tidak terbukti sama sekali.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa