Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Hikmah » » Mampu Memadukan Kecantikan Lahir dan Bathin
Mampu Memadukan Kecantikan Lahir dan Bathin
Perempuan mana yang tak ingin cantik? Setiap perempuan pasti menginginkannya. Ya, memiliki wajah yang cantik pastilah dambaan setiap perempuan. Sejak dulu, perempuan memang identik dengan kecantikan dan keindahan.
Selasa, 12 Agustus 2014

Perempuan mana yang tak ingin cantik? Setiap perempuan pasti menginginkannya. Ya, memiliki wajah yang cantik pastilah dambaan setiap perempuan. Sejak dulu, perempuan memang identik dengan kecantikan dan keindahan. Kaum pria banyak mengagumi hal ini pada sosok perempuan. Sejarah telah banyak mencatat kisah, betapa pria bertangan besi sekalipun, bertekuk lutut di hadapan perempuan cantik.

Tapi tentu kecantikan lahir saja tidak cukup jika tidak didukung dengan kecantikan bathin. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta kalian, tapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Kecantikan lahir penting bagi perempuan dalam rangka membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Adapun kecantikan bathin jauh lebih penting, karena sesungguhnya itulah esensi dari kecantikan perempuan. Dan perempuan yang mampu memadukan kecantikan lahir dan bathin merupakan perempuan hebat.

Perempuan yang mampu memadukan kecantikan lahir dan bathin di dunia ini tidak banyak. Namun bukan berarti tidak ada. Sejarah mencatat ada beberapa perempuan yang memiliki kecantikan lahir sekaligus bathin, di antaranya:

1. Sayyidah Sarah. Dia adalah istri Nabi Ibrahim a.s. Kecantikan Sarah sangat terkenal di kalangan masyarakat Mesir, dari mulai rakyat biasa sampai pada tingkat kerajaan. Sampai-sampai raja Mesir memerintahkan pengawalnya untuk memanggil Sarah ketika dia mendengar kecantikannya yang menawan. Sarah pun berangkat ke istana raja dan mengaku bahwa dirinya adalah saudara perempuan Ibrahim, bukan istrinya. Ketika raja Mesir menjulurkan tangannya hendak menyentuh Sarah, tiba-tiba Allah menjadikan tangan raja itu lumpuh hingga mengering. Sang Raja terus menjulurkan tangan untuk kedua dan ketiga kalinya, tapi Allah menjadikan tangannya tetap lumpuh. Karena tidak dapat menyentuh dan memiliki Sarah, akhirnya sang Raja menyuruh pemahat paling piawai agar membuatkan patung wajah Sarah, sehingga dia tetap bisa menikmati kecantikan Sarah meskipun lewat sebuah patung. Kecantikan Sarah benar-benar menyilaukan semua pandangan laki-laki. Sehingga setiap orang yang melihatnya berhasrat memilikinya. Sebenarnya yang membuat kecantikan Sarah tampak berkilau ada-lah keluhuran spiritual, kebeningan jiwa, dan kesucian hati untuk menolak perbuatan maksiat, apa pun ben-tuknya.

2.    Aisyah. Dia adalah putri kesayangan Abu Bakar dan istri kedua Nabi Muhammad saw setelah wafat istri pertamanya, Khadijah binti Khuwailid. Aisyah lahir di Mekah, tahun 614 Masehi. Sejak kecil Aisyah terkenal sebagai gadis yang periang dan cantik. Kecantikan Aisyah semakin tampak setelah ia menikah dengan Nabi Muhammad. Sehingga Nabi saw sering memanggilnya dengan sebutan Humairah, yang artinya perempuan cantik dengan kulit putih kemerah-merahan. Hebatnya lagi, Aisyah tidak hanya cantik secara lahir, namun ia juga memiliki kecantikan bathin yang luar biasa. Kecantikan bathin Aisyah terlihat dari keshalehannya, kedermawanannya, kedalaman ilmunya, kesungguhan hatinya untuk menjaga kemurnian riwayat sunah Nabi, dan ketaatannya kepada Allah SWT.

3.    Asma binti Amis. Dia adalah istri Ja’far bin Abu Thalib. Dia ditinggal suaminya mati syahid. Kecantikan perempuan ini cukup terkenal di kalangan masyarakat
Quraisy. Oleh karena itu, banyak laki-laki yang ingin mempersuntingnya setelah kematian suaminya. Rasulullah juga berkeinginan untuk menikahinya setelah melihat kecantikannya yang tidak hanya bersifat lahiriah tapi juga bathiniah, namun kemudian Allah melarang Rasulullah untuk menikahi Asma karena khawatir menyinggung perasaan istri Rasul yang lain, dan juga takut dijadikan bahan olok-olok kaum kafir Quraisy. Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman, “Tidak halal bagimu (Muhammad) menikahi perempuan-perempuan (lain) setelah itu, dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu, kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasisegala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab [33]: 52).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecantikan lahir merupakan anugerah terindah yang dikaruniakan Allah kepada perempuan, namun kecantikan itu akan semakin sempurna jika diikuti oleh kecantikan bathin. Dan perempuan yang mampu memadukan kecantikan lahir dan bathin adalah perempuan hebat yang dapat memberikan keteduhan bagi kehidupan ini, terutama bagi kaum laki-laki.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa