Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Hikmah » » Perempuan Lebih Mudah Masuk Surga
Perempuan Lebih Mudah Masuk Surga
Dengan demikian, baik laki-laki maupun perempuan jika beriman dan beramal shaleh, pasti akan mendapatkan balasan yang sama dari Allah, yaitu disediakan surga baginya. Tidak ada pembedaan antar keduanya.
Jum'at, 15 Agustus 2014

Islam menegaskan bahwa penilaian Tuhan terhadap manusia tidaklah dilihat dari aspek fisik material dan jenis kelaminnya, tetapi pada aspek kualitas ketakwaannya. Jika laki-laki yang beriman dan beramal shaleh berhak mendapatkan surga, maka perempuan juga mempunyai hak yang sama. Pernyataan ini sejalan dengan firman Allah, “Barangsiapa yang mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki mau¬pun perempuan, sedangkan ia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun” (QS. An-Nisa’ [4]: 124).

Dengan demikian, baik laki-laki maupun perempuan jika beriman dan beramal shaleh, pasti akan mendapatkan balasan yang sama dari Allah, yaitu disediakan surga baginya. Tidak ada pembedaan antar keduanya. Sebaliknya, dengan perbuatan dosa yang dilakukan laki-laki maupun perempuan, pasti akan mendapatkan ganjaran atas perbuatan dosanya itu, yakni dimasukkan ke dalam neraka di akhirat kelak.

Namun harus diakui bahwa perempuan memang istimewa. Banyak hal yang telah Rasulullah SAW wasiatkan kepada perempuan, tetapi tidak diwasiatkan kepada laki- laki. Tentu saja hal ini sebagai bentuk penghormatan dan pengistimewaan kepada mereka yang secara fitrah memang berbeda dengan laki-laki. Demikian pula dengan cara - cara perempuan masuk surga, meskipun dalam beberapa hal banyak yang sama dengan laki-laki, tetapi tidak sedikit yang berbeda dengan laki-laki. Seperti sabda Rasulullah berikut ini, “Perempuan apabila shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya, serta taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki." (HR. Ibnu Hibban).

Berdasarkan hadits tersebut, jelaslah bahwa perempuan yang mendirikan shalat, melakukan puasa Ramadhan, taat kepada suaminya, dan menjaga kehormatannya akan mudah masuk surga dari pintu mana pun yang ia kehendaki. Berikut ini penjelasannya:

A.    Perempuan yang Mendirikan Shalat

Shalat merupakan faktor pertama dan utama yang menyebabkan seorang perempuan (muslimah) masuk surga. Perempuan yang mendirikan shalat pasti akan mudah masuk surga. Sebaliknya, perempuan yang dengan sengaja meninggalkan shalat pasti akan masuk ke dalam neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Allah mewajibkan shalat fardhu lima waktu. Barangsiapa yang melaksanakannya maka Allah sedikit pun tidak akan menyia-nyiakan ganjarannya, serta Allah berjanji untuk memasukkannya ke surga. Akan tetapi, apabila seseorang meninggalkannya, maka Allah tak menjanjikan apa pun baginya. Apabila Dia berkehendak, Dia akan menyiksanya, dan apabila Dia berkehendak, Dia akan mengampuninya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i dan Ibnu Majah).

Beberapa alasan mengapa perempuan yang mendirikan shalat lebih mudah masuk surga, di antaranya:

Pertama, shalat merupakan tiang agama. Shalat menempati posisi yang sangat penting dalam Islam karena ia merupakan tiang agama. Dengan kata lain, tegaknya keislaman dalam diri kita tergantung pada tiang penyangganya, shalat. Sabda Rasulullah SAW, “Shalat adalah tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya berarti ia menegakkan agama, dan barangiapa yang meninggalkannya berarti ia menghancurkan agama.” (HR. Bukhari).

Kedua, shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat. Sabda Rasulullah SAW, “Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baiklah seluruh perbuatan lainnya. Sedangkan jika rusak shalatnya, maka rusaklah pula seluruh perbuatannya.” (HR. Thabrani).

Ketiga, Shalat merupakan sarana penghubung langsung antara hamba dengan Tuhannya untuk tujuan meng- agungkan-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, memohon rahmat dan ampunan-Nya yang akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi hamba, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT, "Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha [20]: 14).

Keempat, shalat merupakan perintah Allah kepada Nabi SAW secara langsung pada malam Isra Mikraj, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril. Sebagaimana bunyi hadits berikut, “Shalat itu diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW pada malam di Israkan sebanyak lima puluh waktu, kemudian dikurangi hingga lima, lalu beliau diseru: "Wahai Muhammad, keputusan-Ku tidak dapat diubah lagi, dan dengan shalat lima waktu ini engkau tetap mendapatkan pahala lima puluh waktu.” (HR. Ahmad, Nasa’i dan Tirmidzi).

Dengan demikian, jelaslah bahwa perempuan penting untuk mendirikan shalat. Allah mewajibkan kepada setiap perempuan yang telah baligh agar menegakkan shalat yang lima waktu. Dan bagi siapa saja yang meninggalkannya berarti ia telah kafir. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Janji yang terikat erat antara kami dengan mereka adalah shalat. Maka siapa yang meninggalkannya, berarti telah kafir." (HR. Ahmad dan Ashabus Sunah).

Bersambung.....







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa