Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Hikmah » » Perempuan yang Melakukan Puasa
Perempuan yang Melakukan Puasa
Puasa merupakan faktor yang menghadirkan cinta Allah SWT. Al-Qur`an menyebutkan sifat perempuan yang kelak akan masuk surga dan meraih pahala yang besar adalah perempuan yang gemar berpuasa (as-shaimat). Lalu, apakah .....
Rabu, 20 Agustus 2014

Puasa merupakan faktor yang menghadirkan cinta Allah SWT. Al-Qur`an menyebutkan sifat perempuan yang kelak akan masuk surga dan meraih pahala yang besar adalah perempuan yang gemar berpuasa (as-shaimat). Lalu, apakah puasa itu?

Istilah puasa berasal dari bahasa Arab, ash-shaum atau ash-shiyam. Secara bahasa bermakna menahan diri melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu. Menurut Yusuf Qardhawi, puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat tertentu dan syarat-syarat tertentu pula. Dalam pengertian lebih luas menurut ahli sufi, puasa ialah menahan diri dari makan, minum, dan bersetubuh mulai dari terbit fajar hingga maghrib, karena mengharapkan ridha Allah dan menyiapkan diri untuk bertakwa kepada-Nya, dengan jalan memperhatikan Allah dan mendidik keinginan (nafsu) sepanjang hari menurut cara yang disyari`atkan, disertai pula menahan diri dari perkataan sia-sia, perkataan yang merangsang serta yang diharamkan dan dimakruhkan menurut syarat-syarat yang telah ditentukan dan waktu yang telah ditetapkan.

Dengan mengerjakan puasa sesuai dengan rukun dan sunat-sunatnya, serta disempurnakan dengan memperhatikan adab-adab puasa, seorang perempuan dipastikan akan mendapatkan keutamaan-keutamaan (fadilah) dari puasa yang ia lakukan, antara lain:

Pertama, puasa adalah ibadah yang bersifat individual, yang tidak tampak oleh orang lain. Karena itu puasa merupakan ibadah rahasia antara yang melakukannya dengan Allah SWT. Dalam hadits Qudsi, Rasulullah SAW bersabda, "Setiap perbuatan anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Kedua, puasa merupakan ibadah yang tak terhingga pahalanya. Rasulullah SAW bersabda, "Segala amalan anak Adam dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh hingga 700 kali lipat. Allah berfirman, ``Kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan memberikan balasan kepadanya; dikarenakan dia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya lantaran Aku.” (HR. Muslim). Hadits ini menerangkan bahwa segala perbuatan manusia itu pahalanya dibatasi oleh Allah, mulai dari sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat, berbeda dengan puasa. Pahala puasa tidak terbatas dan tak terhingga.

Ketiga, puasa itu menjadi syafa`at bagi yang mengerjakannya. Rasulullah SAW bersabda, "Berpuasa dan membaca al-Qur`an akan memberikan syafa`at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Amalan puasanya akan berkata: "Ya Allah, aku telah melarangnya dari makan, minum dan nafsu syahwat pada siang hari, sehingga ia telah menitipkan syafa`at kepadaku...." (HR. Ahmad).

Keempat, puasa merupakan ibadah yang paling istime-wa dan tidak ada tandingannya. Sebagaimana sebuah hadits yang bersumber dari Bilal r.a., ia berkata, ”Aku pernah mendatangi Rasulullah SAW seraya berkata, "Perintahkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke surga. Beliau menjawab, ``Hendaklah kamu berpuasa, karena puasa itu amalan yang tidak ada tandingannya". Kemudian aku mendatangi Beliau untuk kedua kalinya dan Beliau pun berkata dengan nasihat yangsama.” (HR. Ahmad, Nasa`i dan Hakim).

Kelima, orang yang berpuasa akan memasuki surga melalui pintu khusus. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di dalam surga itu ada sebuah pintu yang dinamakan Rayyan. Pada hari kiamat diserukan dari pintu itu, "Di mana orang-orang yang berpuasa?” Apabila mereka semua telah masuk, maka pintu itu akan ditutup kembali." (HR. Bukhari dan Muslim).

Keenam, orang yang berpuasa doanya pasti diijabah oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, doa seorang pemimpin yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Allah akan mengangkat doa-doa tersebut di atas awan, dan Dia akan membukakan pintu langit bagi doa tersebut. Dan Allah akan berkata, ”Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu walaupun secara tidak langsung.” (HR. Tirmidzi).

Ketujuh, orang yang berpuasa akan dijauhkan dari neraka. "Tidaklah seorang hamba yang berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, melainkan dengan hari itu Allah akan menjauhkan api neraka dari wajahnya selama 70 puluh musim." (HR. Jama’ah, kecuali Abu Dawud).

Kedelapan, orang yang berpuasa akan diampuni dosa-dosanya. "Barang siapa yang berpuasa (khususnya di bulan Ramadhan), dan mengetahui segala batas-batasnya serta memelihara diri dari segala yang baik bagi dirinya, niscaya puasanya itu akan menghapus dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Ahmad).

Kesembilan, puasa menciptakan dua kebahagiaan bagi yang mengerjakannya. Rasulullah SAW bersabda, "Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada aroma kasturi." (HR. Bukhari).

Kesepuluh, puasa melindungi seseorang dari berbuat dosa. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa itu perisai. Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah ia tidak berkata keji dan membodohi diri. Jika ada seseorang memerangi atau mengumpatnya, maka hendaklah ia mengatakan: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa." (HR. Bukhari).

Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah dan rasul-Nya, karena memiliki keutamaan yang luar biasa. Oleh karena itu, selain mewajibkan puasa Ramadhan, Allah juga sangat menganjurkan untuk melakukan puasa sunah kepada perempuan. Puasa sunah adalah puasa yang dilaku-kan di luar Ramadhan dan pada hari-hari tertentu yang telah dianjurkan dan dicontohkan oleh Nabi SAW.

Puasa sunah yang sangat dianjurkan oleh Allah untuk dikerjakan antara lain: puasa Senin-Kamis, puasa Dawud, puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh), puasa Muharram, puasa Rajab, puasa Sya`ban, puasa Syawwal, dan puasa Tarwiyah atau ‘Arafah. Mengenai keistimewaan masing-masing dari puasa sunah tersebut, silakan baca buku saya sebelumnya Dahsyatnya Puasa Sunah: Kunci Utama Meraih Sukses Dunia & Akhirat (Ruang Kata, 2010).







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa