Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Hikmah » » Perempuan yang Taat kepada Suami II
Perempuan yang Taat kepada Suami II
Kebahagiaan hidup seorang suami lebih banyak bersandar pada watak istrinya ketimbang pada hal-hal yang lainnya. Seorang perempuan bisa saja dianugerahi berbagai keutamaan, kecantikan dan kepintaran di dunia ini.
Rabu, 26 November 2014

5. Tidak Menjadi Istri Pemalas, Pemarah, dan Materialis sehingga Menyusahkan Suami

Kebahagiaan hidup seorang suami lebih banyak bersandar pada watak istrinya ketimbang pada hal-hal yang lainnya. Seorang perempuan bisa saja dianugerahi berbagai keutamaan, kecantikan dan kepintaran di dunia ini. Tetapi semua itu menjadi tidak berarti apa-apa jika ia memiliki watak yang menyusahkan suaminya.

Pemalas, pemarah, dan materialis adalah watak-watak istri yang dapat menyusahkan suami dan akhirnya, dapat menyebabkan kehancuran rumah tangga. Beberapa penelitian yang dilakukan pada beberapa pasangan suami-istri menunjukkan bahwa sifat pemalas, pemarah dan materialis istri merupakan faktor terbesar penyebab hancurnya kebahagiaan berumah tangga.

Sesungguhnya sifat paling buruk yang mungkin dimiliki perempuan adalah pemalas dan pemarah. Istri yang pemarah tidak akan pernah menghargai hasil kerja keras suaminya. Sedangkan istri yang pemalas tidak akan dapat melayani suami secara maksimal, tetapi sebaliknya ia minta dilayani sehingga kedudukan suami seolah-olah seperti seorang pembantu yang harus memasak, mencuci pakaian, mengurus kebersihan rumah, dan sebagainya. Sifat ini bertolak belakang dengan sabda Rasulullah SAW, "Jihadnya perempuan adalah di dalam rumahnya.” Maksudnya, perempuan akan mendapatkan pahala jihad seperti laki-laki apabila ia berperan secara optimal dalam rumahnya, terutama dalam melayani suami.

Termasuk watak istri yang dapat menyusahkan suaminya adalah dengan melakukan banyak tuntutan, tidak logis dalam mengajukan permintaan dan membebani suami dengan sesuatu di luar kemampuan. Contohnya antara lain: istri yang minta uang belanja 2 juta per bulan, sementara pendapatan suaminya hanya 1 juta; atau istri yang gemar mengutang sana-sini untuk memenuhi berbagai keinginan pribadi, sementara suaminya sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Di antara kisah yang sudah menjadi catatan sejarah tentang keteladanan istri yang benar-benar mengerti dan memahami kondisi suami adalah kisah tentang Fatimah Az-Zahra. Dituturkan bahwa pada suatu ketika Fatimah bersama suaminya, Ali bin Abi Thalib, mengalami kesulitan ekonomi yang mengakibatkan Fatimah lapar selama tiga hari. Ketika melihat wajah istrinya pucat, Imam Ali bertanya, ”Apa yang menimpa dirimu, wahai Fatimah?” Fatimah menjawab, ’’Sejak tiga hari yang lalu kami tidak menemukan sesuatu di rumah.” Lalu Imam Ali bertanya lagi, ’’Mengapa engkau tidak memberitahu aku?” la berkata, ’’Pada malam pertama kita dahulu, ayahku, Rasulullah SAW pernah berkata, "Wahai Fatimah, jika Ali datang kepadamu dengan membawa sesuatu, makanlah, dan jika tidak, janganlah engkau memintanya.”

Itulah kebesaran sifat Fatimah yang tidak pernah menyusahkan suaminya. Maka pantas Rasulullah SAW dalam suatu kesempatan mengatakan bahwa salah satu perempuan yang dijamin masuk surga adalah putrinya, Fatimah Az-Zahra.

6. Selalu Mempercantik dan Menghias Diri untuk Menyenangkan Suami

Perempuan shalehah yang dirindukan surga adalah perempuan yang selalu mempercantik diri dan berhias untuk suaminya agar sang suami selalu sayang dan mencintainya. la juga berusaha menampakkan kebersihan dirinya, rumahnya, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya. Sebab ia mengetahui bahwa kebersihan menjadikan dirinya tetap cantik dan mempesona. la juga mengetahui bahwa istri yang mengabaikan kebersihan diri akan dijauhi oleh suaminya. Namun anehnya, banyak perempuan yang selalu mengenakan pakaian paling bagus dan berbagai macam perhiasan saat keluar rumah, tetapi saat berada di rumah mereka tidak mempercantik dan berhias diri. (Ahmad Izzan, 2007: 42).

Perempuan yang baik tidak akan pernah lalai untuk menghilangkan bau yang tidak sedap pada tubuhnya dengan berbagai macam cara, sesuai dengan perkembangan zaman. Sebab hal ini dapat memberikan pengaruh yang sangat baik bagi sang suami. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik perempuan adalah istri yang membuatmu senang apabila engkau memandangnya, menaatimu apabila engkau menyuruhnya, dan selalu menjaga dirinya dan hartamu pada saat engkau tidak berada di sisinya.” (HR. Ath-Thabrani).

Ucapan Beliau SAW, ’’Membuatmu senang apabila engkau memandangnya” adalah gambaran dari sisi kecantikan dan penampilan diri seorang perempuan. Tentu hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Karena tabiat manu-sia cenderung kepada kecantikan dan keindahan. Apalagi kalau kecantikan dan penampilan yang dimiliki perempuan itu dapat menjaga dan memelihara harkat dan martabat suaminya.

7. Menjaga Independensi Rumah Tangga dari Campur Tangan Orang Lain

Ada sebagian istri yang setelah menikah, padahal sudah memasuki usia dewasa, masih tetap bersandar kepada orang tuanya dalam segala hal. la tidak dapat mengurus urusannya sendiri dan urusan suaminya, kecuali dengan arahan orang tuanya. Tentu saja hal ini dapat mengecilkan hati sang suami yang mengharapkan istrinya memiliki kepribadian mandiri dengan kesadaran penuh dan pemikiran matang dalam mengerjakan semual hal. Tidak diragukan lagi bahwa istri seperti ini adalah perempuan yang tidak memiliki kepribadian matang yang tidak mampu mengantarkan dirinya untuk mandiri dalam berfikir dan bertindak, baik mandiri dari orang tuanya maupun dari siapa saja.

Sementara itu, perempuan shalehah dengan men-talnya yang integral dan kepribadiannya yang matang be-nar-benar mandiri dan terlepas dari siapa pun. la juga memiliki kemampuan untuk membuang kebiasaan-kebiasaan hidup manja dan tergantung dengan orang tuanya. la adalah perempuan yang kematangan dan kemandiriannya memungkinkannya untuk membina rumah tangga baha-gia dengan suaminya tanpa ada intervensi dari siapa pun. Sebab kemandirian istri sangat membantu sang suami untuk dapat berperan secara maksimal sebagai kepala rumah tangga.


(bersambung....)







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa