Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Hikmah » » Rahasia Puasa ( bag 3 )
Rahasia Puasa ( bag 3 )
Di samping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah saw
Jum'at, 03 Agustus 2012

3. Menyehatkan Badan
Di samping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah saw. tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.
Dari sudut pandang kesehatan, puasa memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh seseorang, di antaranya:
  1.  Puasa merupakan media untuk membersihkan tubuh dari segala sesuatu dan dimungkinkan berpotensi menyebabkan peningkatan racun-racun (residu) berbahaya atau makanan yang tidak seharusnya dikonsumsi.
  2. Puasa bermanfaat untuk menyegarkan organ-organ pencer-naan dan penyerapan jika ditinjau dari aspek kesehatan.
  3. Puasa dapat menyebabkan organ-organ pembuangan beristi-rahat dengan memberinya kesempatan agar organ-organ ini kembali pulih atau mengurangi pekerjaannya.
  4. Puasa merupakan salah satu faktor peremajaan, karena puasa memberi kehidupan dan vitalitas baru pada sel-sel tubuh.
Meski sangat membutuhkan makanan, manusia juga sangat membutuhkan kesederhanaan (pengendalian diri) dalam mengonsumsinya dan mencukupkan diri untuk makan sebatas menegakkan tulang sulbi dan mempertahankan nyawa, tanpa terlalu berlebihan atau terlalu sedikit dalam mengonsumsi makanan. Sebab bagaimanapun, selain sebagai penyangga tubuh dan pembangkit kekuatan, makanan juga menjadi penyebab kelemahan dan memancing timbulnya penyakit pada tubuh seseorang. Tak salah jika Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam (manusia) yang lebih buruk dari perutnya." (HR. At-Tirmidzi). Dan kunci paling ampuh dalam pengendalian diri dari makanan adalah dengan berpuasa.
Hasan Abd As-Salam pernah bercerita tentang Michael angelo, seorang kakek renta berusia lanjut. Suatu ketika kakek itu ditanya tentang rahasia dibalik kesehatannya yang prima dan gaya hidupnya yang menikmati performa enerjik yang luar biasa setelah melewati usia enam puluh tahun.
la menjawab, "Aku ini’tekun menjaga kesehatan, energi, dan vitalitasku pada usia tiga puluh sampai lima puluh tahun, hingga akhirnya aku membiasakan diri berpuasa dari waktu ke waktu. Dalam setiap tahun aku berpuasa sebulan; dalam setiap bulan aku berpuasa seminggu; dalam seminggu aku berpuasa sehari; dan dalam sehari aku hanya makan dua kali, tidak tiga kali seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Selama berpuasa aku hanya mengonsumsi air. Terkadang aku juga mengonsumsi ekstrak buah-buahan atau sesendok teh madu lebah asli ketika aku merasa tak sanggup lagi meneruskan aktivitas dan menunaikan kewajibanku sehari-hari."
Demikian pengalaman orang tua yang membiasakan dirinya berpuasa dan merasakan manfaat yang luar biasa hingga usia senja, la berpuasa dengan caranya sendiri, tanpa ada perintah dari agamanya. Bagaimana kita yang memang digariskan syariat dan dicontohkan oleh Rasulullah saw untuk senantiasa membiasakan diri berpuasa? Seharusnya kita lebih bisa merasakan manfaatnya, secara rohani maupun jasmani. Berikut ini kami uraikan beberapa keajaiban puasa bagi kesehatan manusia.
a) Keajaiban Puasa bagi Para Pelajar
Untuk para penuntut ilmu, puasa bermanfaat untuk me-ningkatkan daya ingat, kemampuan memahami materi lebih cepat, dan mengoptimalkan hasil belajar. Hal ini berdasarkan argumentasi bahwa banyaknya mengonsumsi makanan menuntut pasokan besar aliran darah ke lambung dan usus, sehingga pasoka dara ke otak sebagai basis kekuatan nalar pun berkurang, sehingga kinerjanya melemah.
Puasa bukanlah barang baru, orang-orang dahulu sudah menganggap puasa sebagai bagian dari keutamaan hidup, di antaranya adalah para pemikir dan ilmuwan seperti Socrates dan Plato. Keduanya biasa berpuasa selama sepuluh hari dalam kurun waktu tertentu, tentu saja dengan tujuan untuk menjaga vitalitas pikiran dan kualitas otak mereka.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa