Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Muamalah » 27 Macam Perilaku Islami » Berbuat Adil
Berbuat Adil
Orang yang baik keislamannya tidak hanya saleh secara ritual, melainkan juga saleh secara sosial. Maksudnya, orang tersebut tidak cukup cuma sholat, berpuasa, membayar zakat dan pergi haji, namun juga harus senantiasa ber...
Kamis, 16 Februari 2012

Orang yang baik keislamannya tidak hanya saleh secara ritual, melainkan juga saleh secara sosial. Maksudnya, orang tersebut tidak cukup cuma sholat, berpuasa, membayar zakat dan pergi haji, namun juga harus senantiasa berperilaku baik sebagaimana diajarkan dalam Islam. "Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (secara) keseluruhannya, dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. 2/Al-Baqoroh: 208) Berikut ini penulis ketengahkan sekelumit tentang perilaku Islami.

Adil adalah sikap tidak memihak atau tidak berat sebelah dalam hal apapun, baik dalam berperilaku sehari-hari maupun dalam menetapkan suatu hukum terhadap siapa pun. Keadilan juga harus diterapkan di rumah tangga kita, dalam memperlakukan para istri dan semua anak-anak kita. "Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu sehingga kamu tidak berlaku adil.’’ (QS. 4/An- Nisa’: 135) "Dan jika engkau memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah perkara di antara mereka dengan adil.’’ (QS. 5/Al- Maidah: 42)

Amal Saleh, adalah melakukan pekerjaan baik yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Misalnya menuntut ilmu, bersedekah bagi fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, melindungi orang yang lemah, menyelamatkan orang yang teraniaya, dan lain sebagainya. "Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. 2/Al-Baqoroh: 82) "Dan masing-masing orang memperoleh derajat menurut apa yang mereka kerjakan (amalnya), dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan." (QS. 6/Al- An’am: 132) Kedua ayat ini menjelaskan bahwa betapa menjadi umat Islam itu tidak cukup hanya dengan beriman saja, melainkan juga harus disertai dengan mengerjakan perbuatan- perbuatan baik.

Amanah (jujur), adalah menyampaikan sesuatu kepada yang berhak. Pengertian amanah berdasarkan ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an ada dua macam:

  •  tunduk dan patuh kepada Allah SWT, yakni mengerjakan segala perintah dan menjauhi semua larangan-Nya. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rosul, dan jangan mengkhianati yang diamanatkan kepadamu padahal kamu mengetahui." (QS. 8/Al-Anfal: 27)
  • Menjalankan tanggung jawab dengan baik. "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya." (QS. 4/An-Nisa’: 58)
Amar Ma’ruf, adalah menyeru atau mengajak orang lain kepada kebajikan, baik melalui lisan maupun tindak an. ’’Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf (baik) dan mencegah dari yang munkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. 3/Ali-Imron: 104)

Bakti kepada orang-tua. Keharusan berbakti kepada orang tua yang diajarkan dalam Islam ini sangat rasional, mengingat sedemikian besar jasa ibu bapak dalam membesarkan dan merawat anak-anaknya. "Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya: ’ah’. Janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS 17/Al- Isro’: 23)

Termasuk dalam hal berbakti kepada kedua orangtua adalah mematuhi semua perintahnya. Kecuali jika kita diperintah mempersekutukan Allah SWT, harus menolaknya. "Dan Kami wajibkan kepada manusia berbuat kebaikan kepada dua orang ibu bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya.." (QS. 29/Al-Ankabut: 8)







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa