Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Ihsan
Ihsan adalah berbuat baik untuk orang lain. Allah SWT memerintahkan setiap orang yang beriman agar berbuat ihsan kepada sesama manusia tanpa memandang suku, warna kulit, dan status sosial. Terutama kepada orang-orang yang...
Kamis, 16 Februari 2012

Ihsan adalah berbuat baik untuk orang lain. Allah SWT memerintahkan setiap orang yang beriman agar berbuat ihsan kepada sesama manusia tanpa memandang suku, warna kulit, dan status sosial. Terutama kepada orang-orang yang berada di sekitar kita. "Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang kehabisan bekal dalam perjalanan bukan untuk maksiat) serta hamba sahayamu (pembantu rumah tangga)." (QS. 4/ An-Nisa36)

Ikhlas adalah melakukan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan. Maksudnya, perbuatannya itu diniatkan sebagai ibadah semata-mata mencari ridho Allah SWT. "Mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dan memurnikan ketaatan (ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus." (QS. 98/Al-Bayyinah: 5). Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Sungguh Allah SWT tidak menerima amal itu, kecuali amal dari orang yang ikhlas dan yang mengharapkan keridhoan-Nya". (HR. Abu Dawud dan Nasai dari Abu Umamah Al Bahili ra.)

Tetapi kini banyak terjadi penafsiran kata ikhlas secara salah. Misalnya seorang ustadz yang mau menerima honor sebagai imbalan jerih-payahnya mengajar ngaji atau ceramah divonis tidak ikhlas. Jelas vonis tersebut tidak pada tempatnya. Sebab jika ustadz tersebut tidak menerima honornya, darimana ia mendapatkan penghasilan untuk menafkahi anak istrinya. Sedangkan penghasilannya hanya dari mengajar ngaji dan ceramah tersebut.

Ilmu (Menuntu
t)
. Berkaitan dengan ilmu ini ada dua kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang yang beriman, yaitu belajar (menuntut) dan mengajar (menyebarkan) ilmu.

Kewajiban menuntut ilmu itu tersirat dari pemberian penghargaan oleh Allah SWT kepada orang beriman yang memiliki ilmu berupa derajat yang lebih tinggi dari manusia lainnya. "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. 58/Al-Muj adalah: 11) Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Kelebihan orang berilmu dibandingkan dengan ’abid (seorang ahli ibadah) adalah tujuh puluh derajat." (HR. Ashbahaani) Ibadah orang yang tidak berilmu umumnya hanya ikut-ikutan gerak-gerik orang lain yang dilihatnya. Jadi tidak memenuhi syarat rukunnya, dengan demikian ibadahnya sia-sia belaka. Misalnya orang yang sholat hanya karena ikut-ikutan. Dia hafal betul gerakan sholat, namun tidak membaca fatihah karena tidak tahu bahwa fatihah adalah syarat sahnya sholat. Maka sholatnya tidak berpahala.

Instropeksi Diri adalah usaha mengevaluasi atau meneliti perilaku diri sendiri. Ada baiknya hal ini dilakukan setiap menjelang tidur malam. Kita simak apa saja yang kita kerjakan dalam sehari tadi. Adakah kesalahan yang telah kita perbuat? Jika ada sudah seharusnya kita bertekad memperbaikinya agar tidak terulang pada waktu-waktu mendatang. Dengan demikian perilaku kita dari hari ke hari semakin lebih baik. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Berbahagialah orang yang meneliti kesalahannya sendiri, dari kesalahan orang lain." (HR. Al-Bazzar) Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa tidak ada gunanya meneliti kesalahan orang lain.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa