Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Muamalah » 27 Macam Perilaku Islami » Silaturrohmi
Silaturrohmi
Silaturrohmi adalah mempererat tali persaudaraan dengan sanak kerabat, tetangga, dan sesama umat Islam dengan cara saling mengunjungi. Tujuannya agar tercipta iklim komunikasi dua arah dan terpeliharanya hubungan baik.
Senin, 20 Februari 2012
Tulisan Terkait

Silaturrohmi adalah mempererat tali persaudaraan dengan sanak kerabat, tetangga, dan sesama umat Islam dengan cara saling mengunjungi. Tujuannya agar tercipta iklim komunikasi dua arah dan terpeliharanya hubungan baik. Dengan demikian kemungkinan kecil terjadi salah paham, karena bisa saling menasehati dan apabila ada masalah bisa diselesaikan secara musyawarah. "Dan (peliharalah hubungan) keluarga." (QS. 4/An- Nisa`: 1) Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Siapa yang ingin rezekinya dilapangkan Allah, atau ingin dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menghubungkan silaturrohmi". (HR. Muslim dari Anas bin Malik ra.)

Syukur adalah sikap gembira sekaligus berterima kasih atas segala nikmat pemberian Allah SWT yang tidak mungkin kita mampu menghitungnya. "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka beritakanlah (mensyukuri)nya." (QS. 93/Adh-Dhuha: 11) "Sungguh jika kamu bersyukur, Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkarinya, maka sungquh siksa-Ku sangat keras." (QS. 14/Ibrohim: 7) Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Ada dua watak yang apabila keduanya terdapat dalam diri seseorang, maka Allah mencatatnya sebagai orang yang sabar dan bersyukur. Yakni seseorang yang apabila melihat ada orang lain lebih pintar atas dirinya dalam masalah agama, ia mengikutinya. Dan jika ia melihat orang lain lebih miskin darinya, lalu ia memuji Allah atas karunia yang diterimanya. Orang seperti itulah yang dicatat oleh Allah SWT sebagai orang yang bersabar dan bersyukur". (HR. Tirmidzi dari Ibnu Amr ra.)

Taat adalah suatu sikap yang menunjukkan ketundukan dan kepatuhan. Kepada siapakah kita harus taat. Pertama, tentu kepada Allah SWT dan Rosul-Nya. Katakanlah (Hai Muhammad), “Taatlah kamu kepada Allah dan Rosul-Nya, namun jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (QS. 3/Ali-Imron: 32). Kedua, taat kepada penguasa yang sah yang tidak menyuruh kepada kedzaliman. "Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rosul dan kepada pemangku kekuasaan di antaramu." (QS. 4/An-Nisa`: 59)

Zuhud, adalah lebih menomorsatukan pahala di sisi Allah dibandingkan dengan segala sesuatu yang dimilikinya. Namun sebagian masyarakat kita mengartikannya zuhud secara salah. Ada yang mengatakan bahwa kalau kita ingin hidup zuhud berarti kita harus menjauhi harta benda duniawi. Dengan kata lain kita harus hidup miskin. Bukan demikian. Sebab orang Islam itu harus kaya agar bisa bersedekah, bisa menyantuni anak yatim, dan bisa naik haji.

Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Zuhud terhadap masalah duniawi bukanlah dengan cara mengharamkan barang yang halal. Juga bukan dengan cara menyia-nyiakan harta benda. Tetapi zuhud dalam masalah duniawi adalah hendaknya engkau lebih erat memegang apa yang ada di sisi Allah SWT daripada apa yang ada di tanganmu. Dan hendaklah engkau lebih menyukai pahala musibahyang menimpamu seandainya musibah itu menimpamu selama-lamanya." (HR. Tirmidzi)
*****







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa