Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Muamalah » » Umat Di Mata Muslimah
Umat Di Mata Muslimah
Muslimah sejati tentu peka terhadap adanya upaya perusakan umat. Baginya tidak ada kata lain selain bergerak dan berkontribusi untuk turut melakukan pencegahan.
Selasa, 00 0000

Umat saat ini tengah terbelit permasalahan yang membuat mereka semakin jauh dari nilai-nilai Islam. Disadari atau tidak, di zaman yang serba permisif, nilai-nilai Islam semakin tergerus oleh arus sekularisasi. Sebuah usaha yang terkesan dipaksakan untuk mengubah cara berpikir muslim melalui sejumlah tayangan, bacaan, gaya hidup (life style), dan trend. Kita mengenalnya dengan Ghazwul Fikr (perang pemikiran).

Muslimah sejati tentu peka terhadap adanya upaya perusakan umat. Baginya tidak ada kata lain selain bergerak dan berkontribusi untuk turut melakukan pencegahan. Kontribusi bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kemampuan dan potensi. Diantaranya dengan memberi keteladanan di masyarakat. Tidak ada yang lebih indah selain menyelaraskan apa yang dikatakan dengan perbuatan. Tentunya hal ini diawali dengan luasnya wawasan melalui banyak membaca. Namun tidak sembarang membaca. Karena perbuatan yang benar bersumber dari pengetahuan dan pemahaman yang benar.

Untuk arti sebuah keteladanan, cukuplah Q.S Al-Ahzab ayat 21 menjadi pegangan ,"Sesungguhnya telah ada dalam (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" [Q.S 33 : 21]. Selain itu , ia senantisa menjadi pelopor dalam setiap kebaikan. Tidak hanya menunggu orang lain berbuat. Di dalam H.R Muslim, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa memelopori kebaikan dalam Islam lalu ia diamalkan, setelah itu maka ditetapkan baginya pahala seperti orang yang mengmalkannya dengan tidak mengurangi pahala mereka sama sekali" [H.R Muslim]

Upaya lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan berdakwah. Apalagi masyarakat perempuan dan anak-anak seringkali menjadi objek budaya barat yang jahiliah. Sudah semestinya kita sebagai sesama muslimah untuk mendakwahi mereka. Karena siapa lagi yang paling memahami muslimah dan anak-anak selain diri kita sendiri. Banyak pilihan cara berdakwah. Majelis taklim atau melalui taman pendidikan Al-Quran bisa dijadikan wasilah.

Dalam menjalankan perannya di masyarakat, seorang muslimah tidak bisa mengerjakannya seorang diri. Meski memang ada kalanya persoalan-persolan bisa diselesaikan sendiri. Namun alangkah lebih baiknya jika pekerjaan tersebut dilakukan dalam lingkup amal jama`i. Karena sesungguhnya persoalan umat sangatlah banyak dan kompleks. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, secara sunatullah, kita memerlukan sinergi dengan potensi muslim lainnya. Sesuai dengan firman Allah; "…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya" [Q.S Al-Maidah : 2].

Akhirnya, apalagi yang kita tunggu wahai muslimah? Ladang pahala ada di depan mata. Jadikan diri kita sebagai muslimah dambaan umat. Insyaallah, suatu saat nanti pintu surga akan selalu terbuka lebar untuk kita. Amiin.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa