Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Sejarah » Nabi & Rasul » Nabi Syu`aib as.
Nabi Syu`aib as.
Penduduk Madyan yang rata-rata pedagang, selain kafir juga sangat curang dalam mu`amalat. Mereka tidak segan-segan mengurangi timbangan dalam menjual barang. Tapi Nabi Syu`aib tidak mampu mengubah keadaan ini sepenuhnya.
Jum'at, 11 November 2011

Nabi Syu`aib as.

Ia salah seorang Nabi dari bangsa Arab, terkenal sebagai juru pidato di antara para nabi, karena kebolehan dan kefasihannya dalam berdakwah, Allah mengutusnya untuk membimbing penduduk Madyan, sebuah desa di daerah Ma`an, di pelosok negeri Syam.

Penduduk Madyan yang rata-rata pedagang, selain kafir juga sangat curang dalam mu`amalat. Mereka tidak segan-segan mengurangi timbangan dalam menjual barang. Tapi Nabi Syu`aib tidak mampu mengubah keadaan ini sepenuhnya. Selain tidak mau mendengar ajarannya, orang-orang kafir juga mengancam sesamanya apabila mengikuti Nabi Syu`aib. Nabi Syu`aib sendiri tidak lepas dari ancaman kejahatan mereka.

Allah SWT tidak pernah membiarkan orang-orang beriman dalam kesulitan. Maka diselamatkanlah Nabi Syu`aib dari para pengikutnya. Kemudian Allah SWT mengazab penduduk kafir Madyan. "Maka ketika ke-putusan Kami datang, Kami selamatkan Syu`aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya." (QS.ll/Hud: 94)


Nabi Ayyub as.

Ia seorang yang kaya raya. Tanah, ternak, dan keturunannya teramat banyak. Walaupun begitu Nabi Ayyub luar biasa takwa kepada Allah SWT sampai para Malaikat sepakat menggelarinya sebagai manusia terbaik pada zamannya.

Karena Allah SWT menghendaki Nabi Ayyub lebih suci agar dapat dijadikan contoh ketaatan oleh umat manusia, maka Iblis diizinkan merampas semua harta kekayaan Ayyub. Secara berangsur-angsur habislah kekayaan Ayyub. Namun beliau hanya berkata: "Wajarlah Allah mengambil kekayaanku, karena semua itu, milik-Nya."

Atas izin Allah, Iblis kemudian memusnahkan seluruh keturunan Nabi Ayyub, namun beliau tetap bersabar. "Sudah sepantasnyalah Allah SWT mematikan, karena Dialah yang menghidupkan." Terakhir kali iblis menebarkan berbagai macam penyakit ke tubuh Nabi Ayyub hingga ia lumpuh dan hanya terkapar di pembaringan. Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana." (Allah berfirman), "Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum." (QS. 38/ Shod: 41-42)

Maka memancarlah air dari tempat Nabi Ayyub menghentakkan kakinya. Lalu beliau mandi dengan air itu dan meminumnya. Sembuhlah penyakit yang dideritanya. Kemudian Allah SWT juga mengganti semua miliknya yang telah musnah.

"Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat-gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat." (QS. 38/Shod: 43)

Melihat kesabaran Nabi Ayyub yang luar biasa, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dia sebaik-baik hamba. Sungguh dia sangat taat (kepada Al­lah)." (QS. 38/Shod: 44)

Nabi Zulkifli as
Al-Qur`an tidak banyak mengisahkan riwayat Nabi Zulkifli, dan kepada siapa ia diutus. Ahli tarikh hanya menyebutkan, bahwa beliau putra Ayyub. Allah SWT menamakan Zulkifli, karena ia selalu melaksanakan beberapa perbuatan baik yang dibebankan kepadanya. "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli, mereka termasuk orang-orang yang sabar. Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh mereka termasuk orang-or- mg yang saleh." (QS. 21/Al-Anbiya`: 85-86) Dan ingatlah Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli. Sem uanya termasuk orang-orang yang paling baik. (QS. 38/Shod: 48)







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa