Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Ummul Mukminin
Ummul Mukminin adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada setiap istri Nabi Muhammad Rosulullah saw. Istilah tersebut berasal dari kata Arab ummu yang berarti ibu, dan al-mu`minin yang artinya orang-orang beriman.
Senin, 28 November 2011

Ummul Mukminin adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada setiap istri Nabi Muhammad Rosulullah saw. Istilah tersebut berasal dari kata Arab ummu yang berarti ibu, dan al-mu’minin yang artinya orang-orang beriman. Jadi ummul mukminin berarti ibu dari orang-orang yang beriman. Bentuk jamaknya, ummahat al-mu’minin.

Sebutan ummul mukminin ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al- Qur’an. "Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka." (QS. 33/Al- Ahzab: 6) Yang dimaksud "Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri" adalah orang-orang mukmin itu mencintai Nabi mereka, lebih dari mencintai diri mereka sendiri dalam segala urusan.

Gelar ummul mukminin itu menegaskan, bahwa para istri Nabi Muhammad Rosulullah saw. adalah para wanita yang terpilih dan dimuliakan oleh Allah SWT. Dan karena mereka ibu orang-orang beriman, maka tidak boleh dinikahi oleh siapapun setelah Nabi saw. wafat. "Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rosulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi ivafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah." (QS. mi-Ahzab: 53)

 
Istri-Istri Nabi Muhammad SAW

 
Nabi Muhammad Rosulullah saw. menikahi 12 orang wanita. Tentu saja hal itu Nabi lakukan bukan untuk menyalurkan nafsu seks, sebab sepuluh di antara sebelas wanita itu Nabi nikahi ketika mereka sudah menjanda dan telah tua-renta. Jadi tujuan Nabi saw menikahi mereka adalah semata-mata untuk pengajaran. Yakni guna menyebarkan hukum-hukum Islam yang berkaitan erat dengan masalah kewanitaan, antara lain masalah haid atau menstruasi, nifas melahirkan, dan sebagainya. Dengan kata lain untuk mencetak guru- guru wanita dalam bidang hukum-hukum syara’ yang sangat dibutuhkan kaum wanita saat itu.

Mengapa? Karena pada masa itu wanita merasa malu bertanya langsung kepada Nabi Muhammad saw. tentang masalah kewanitaan dan keluarga. Selain itu, menikah sampai sebelas ini merupakan pengecualian bagi Rosulullah saw, sedangkan umatnya tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman, "Wahai Nabi, sungguh Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki, termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu,dan (begitu pula) anak-anak wanita dari saudara pria bapakmu, anak-anak wanita dari saudara wanita bapakmu, anak-anak wanita dari saudara pria ibumu dan anak-anak wanita dari saudara wanita ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan wanita mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.’’ (QS. 33/Al-Ahzab 50)


Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa