Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Perang Badar
Nabi memutuskan mengadakan serangan balasan setiap kali diserang. Peperangan pun tidak bisa dihindarkan pada masa-masa awal penyebaran agama Islam. Peperangan yang diputuskan oleh Nabi saw. itu sendiri, tidak lebih dari ...
Kamis, 15 Desember 2011

Peperangan Pada Masa Rosulullah SAW

Sesungguhnya Islam mengajarkan kasih sayang dan perdamaian pada segenap umat manusia, tanpa memandang warna kulit dan agama. Oleh karenanya tatkala Kaum Muslim pada masa awal kemunculan Islam diperlakukan sewenang-wenang oleh Kaum Kafir, Nabi Muhammad saw. tidak mengadakan pembalasan. Beberapa waktu lamanya, Nabi menunggu petunjuk dari Allah SWT untuk mengatasi masalah itu. Baru setelah turun firman Allah yang mengatakan, bahwa Kaum Muslim boleh "membela diri", Nabi memutuskan mengadakan serangan balasan setiap kali diserang. Peperangan pun tidak bisa dihindarkan pada masa-masa awal penyebaran agama Islam. Peperangan yang diputuskan oleh Nabi saw. itu sendiri, tidak lebih dari sekadar untuk menegakkan agama Allah SWT dan mempertahankan diri.

Perang-perang yang terjadi pada masa Nabi Muhammad saw., sebagai berikut:

Perang Badar

Setelah Nabi Muhammad Rosululah saw hijrah ke kota Madinah, Islam semakin banyak pemeluknya, tidak kecuali dari bangsa Yahudi yang jumlahnya mayoritas di kota itu. Kenyataan tersebut menimbulkan gerakan anti Islam di kalangan Yahudi, terlebih lagi setelah Allah SWT. memerintahkan berkiblat dari Baitul maqdis ke Ka’bah. Sekalipun demikian Rosulullah saw. melayani kaum Yahudi dengan ramah, dan lemah-lembut. Bahkan beliau membuat perjanjian dengan mereka yang isinya:

  1. orang Yahudi dan orang Islam hidup berdampingan sebagai suatu bangsa.
  2. masing-masing bebas menjalankan agama yang diyakininya, dan tidak boleh mengganggu agama orang lain.
  3. jika salah satu pihak diserang musuh, maka pihak yang lain harus memberikan bantuan.
  4. apabila kota Madinah mendapat serangan, maka orang-or­ang Islam dan Yahudi harus bahu-membahu mem­pertahankannya.
  5.   kalau di antara kedua belah pihak terjadi perselisihan, maka Nabi saw yang akan mengadilinya.

Beberapa waktu setelah perjanjian itu ditandatangani, orang- orang Yahudi yang anti Islam melanggarnya dengan mengadakan hasutan untuk mengusir umat Islam. Ketika itu kaum kafir Quraisy di Mekah telah bersiap-siap untuk menyerang umat Islam dengan kekuatan besar. Nabi Muhammad Rosulullah saw. merasa sulit menghadapi masalah ini, karena selama ini orang-orang Islam diperintahkan oleh Al­lah SWT untuk menghindari peperangan dengan berhijrah (pindah). Pada saat itulah turun wahyu yang memerintahkan agar orang-orang Islam membalas menyerang apabila diserang.

Akhirnya peperangan antara umat Islam c an kaum kafir tak terelakkan. Perang yang pertama ini terjadi pada 17 Romadhon, tahun kedua Hijriyah. Meletus di daerah Badar yang terletak antara Kota Mekah dan kota Madinah. Tentara Islam yang hanya berjumlah 313 orang berhadapan dengan kaum kafir Quraisy yang berjumlah 1.000 orang. Melihat jumlah tentara lawan yang lebih dari tiga kali lipat tentara muslim, Rosulullah saw berdoa, "Yaa Allah, menangkanlah pasukan hamba-Mu. Bila umat yang kecil ini binasa, maka akan jayalah agama berhala, dan di muka bumi ini tidak akan ada orang yang menyembah-Mu."

Ketika itulah turun wahyu yang memerintahkan agar Nabi mengerahkan pasukan orang-orang mukmin untuk bertempur. Allah memberi jaminan bahwa 20 orang mukmin yang sabar akan dapat mengalahkan 200 orang musuh, dan seratus orang mukmin akan dapat membinasakan 1000 orang kafir. Sebab or­ang kafir tidak memiliki pegangan yang teguh.

Nabi segera mengambil segenggam pasir, lalu melem­parkannya ke arah musuh sebagai isyarat perintah menyerang. Sesaat kemudian, orang-orang mukmin melakukan penyerangan dengan memekik, "Ahad (Esa), Ahad (Esa), Ahad (Esa)..." Pada saat itulah angin berhembus kencang, menerbangkan debu- debu ke arah musuh. Keadaan ini sangat membantu Kaum Muslimin, dan kemenangan yang dijanjikan Allah SWT menjadi kenyataan.

Al-Qur’an mengungkapkan bahwa dalam Perang Badar ini Allah SWT menurunkan ribuan malaikat untuk membantu Nabi saw. dan orang-orang muslim. Dan sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah, oleh karena itu bertakzvalah kamu kepada Allah agar kamu bersyukur. (Ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang-orang mukmin, "Apakah tidak cukup bagi kamu apabila Tuhanmu membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan?’’ Bahkan jika kamu sabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerbu kamu pada saat itu juga, niscaya Tuhanmu akan membantu kamu dengan lima ribu malaikat yang diturunkan yang memakai tanda. (QS. 3/Ali Imron: 123-125)

Dalam perang ini tentara Islam hanya 14 orang yang syahid. Sedangkan pihak kafir 70 orang tewas termasuk tokoh-tokohnya seperti Abu Jahal bin Hisyam (panglima), ’Uthbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabi’ah, dan Umaiyah bin Shift.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa