Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Sejarah » Sahabat-sahabat Rasulullah SAW » Dua Kelompok Sahabat
Dua Kelompok Sahabat
"Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat Nabi saw.), kemudian orang-orang yang sesudah mereka (para Tabi’in), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (Tabi’it Tabi’in). Setelah itu datanglah golongan-golongan yang...
Kamis, 29 Desember 2011

Sahabat adalah tokoh-tokoh Islam yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad Rosulullah saw, dan turut serta berjuang menegakkan Islam bersama beliau. Tentang kualitas keimanan dan ketakwaan mereka, Nabi saw. bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat Nabi saw.), kemudian orang-orang yang sesudah mereka (para Tabi’in), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (Tabi’it Tabi’in). Setelah itu datanglah golongan-golongan yang kesaksian mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului sumpahnya". (HR. Bukhori dan Muslim)

Selain keempat kholifah dalam bab sebelumnya, masih banyak Sahabat yang perlu dikenang karena perjuangannya yang gigih dalam menegakkan Islam.

DUA KELOMPOK SAHABAT

Sahabat Muhammad Rosulullah saw., digolongkan dalam dua kelompok.

1.  Kaum Muhajirin, ialah sahabat Nabi yang berasal dari Mekah dan berhijrah ke Madinah untuk menghindari kekejaman kaum kafir Quraisy. "Dan ingatlah (wahai para muhajirin) ketika kamu masih sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut or­ang-orang akan menculikmu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan memperkuat kamu dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur." (QS. 8/Al-Anfal: 26)


2. Kaum
Anshor, ialah orang-orang Islam penduduk asli Madinah yang menyambut baik kehadiran para Muhajirin, kemudian saling bahu-membahu menegakkan Islam. "Dan orang-orang yang menyiapkan rumah sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka menyayangi orang-orang yang hijrah/pindah kepada mereka.dan di dalam dada mereka tidak ada suatu keinginanpun terhadap apa-apa yang telah diberikan (harta pampasan) kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang Muhajirin) atas (kepentingan) mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." (QS. 59/Al-Hasyr: 9)







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa