Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Tasawuf » » Makna Amalan Sufi (Makna Takwa)
Makna Amalan Sufi (Makna Takwa)
Takwa merupakan jalan bagi kita untuk menyelamatkan hidup kita masing-masing dari kehancuran kehidupan duniawi.
Selasa, 00 0000
Tulisan Terkait

Makna Takwa

"Dakwah kepada Allah menjadi sentral seluruh kebahagiaan. Memperturutkan hawa nafsu menjadi pangkal semua kejahatan."

Syair di atas menjelaskan pokok dan asas kebaikan, asal kejahatan serta peranan hawa nafsu yang melingkupinya.

Takwa memiliki bermacam-macam pengertian. Pendapat yang terkenal adalah, menjalankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. Dikerjakan dengan tulus dengan mengagungkan Asma-Nya lahir batin. Dalam melakukan ketaqwaan, hendaklah tumbuh rasa kagum pada keagungan Allah.

Ada pendapat yang menerangkan bahwa takwa berarti waspada dan memelihara diri dari semua godaan yang akan menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan, atau menjaga diri dari semua hal yang akan memalingkan atau mengganggu taqarrub dan mahabbah kepada Allah.

Pendapat lain mengatakan bahwa, barangsiapa yang akan menjalankan ketakwaan hendaklah ia menghindari segala bentuk dosa besar dan kecil, lahir maupun batin.

An-Nasrabazy mengatakan : "Barangsiapa yang ingin istiqamah dalam takwanya maka hendaklah ia memiliki keinginan meninggalkan kehidupan dan hiruk pikuk duniawi. Apakah tidak kalian fahami."

Menurut Abu Abdullah, takwa adalah usaha manusia untuk meninggalkan dan menjauhi segala perilaku maksiat yang akan menjauhkan manusia dari Allah SWT. Sebagian ulama menerangkan bahwa takwa adalah ketaatan hamba kepada Allah, yang dilakukan oleh masa lalu hingga masa sekarang. Firman Allah SWT :

"Bahwa sesungguhnya Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kalian dan demikian juga kepada kalian, agar kalian selalu bertakwa kepada Allah."

Al-Qur'anul Karim menjelaskan pengertian takwa dalam beberapa ayat sebagai berikut :

"Takwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwasannya Allah bersama orang-orang yang takwa."

Allah menyampaikan pelajaran bagi orang yang takwa dengan pengetahuan ladunni

"Bertakwalah kepada Allah, Allah akan mengajarmu dengan (ilmu) karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Mendapat jalan keluar dari bermacam-macam masalah.

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberikan kepadanya jalan keluar serta rizki melalui jalan yang tidak terduga. Barangsiapa yang bertakwa kepadanya, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, ia ak ditutupi kesalahannya dan dilipatgandakan pahalanya."

Mendapat anugerah surga.

"Sesungguhnya orang-orang yang takwa berada di surga yang mengalir sungai-sungai."

Sebagai orang-orang mulia.

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah orang yang paling takwa."

Ungkapan ( ) memiliki makna hal yang mendasari semua kebahagiaan. ( ). Karena apa saja yang dibangun di atas dasar takwa akan selamat dan tidak mengalami kerusakan. Adapun kebahagiaan ( ) adalah kebalikan dari kecelakaan ( ) yang merupakan Taufiq, Hidayah dan Ma'unah Allah SWT. Kalimat ( ) sebagai bentuk jama' dari ( ). Kalimat ( ) adalah bentuk jama' dari ( ) mashdar dari kata kerja ( ) maksudnya ia mencintai.

Menurut ajaran Islam hawa nafsu adalah dorongan yang membuat seseorang cenderung kepada maksiat serta sangat bertentangan dengan syariat.

( ) Adalah bentuk jama' dari ( ) yang berarti alat penangkap binatang, maksudnya adalah jaring yang dibuat oleh setan untuk menjerat manusia.

Dari ungkapan dan penjelasan ini maka jelaslah bahwa mengikuti hawa nafsu adalah pangkal kejahatan dan kemaksiatan.

Adapun maksiat berupa sahwat badani akan bersatu dengan daging dan peredaran darah manusia. Demikian juga tipu daya dan muslihat setan berjalan melalui aliran darah dalam tubuh manusia. Ia mengepung dan menutup hati anak cucu Adam dari seluruh penjuru. Seperti sabda nabi Muhammad SAW bahwa setan akan masuk ke dalam diri seseorang melalui pembuluh-pembuluh darah.

Suatu hari Nabi Yahya AS berjumpa dengan Iblis yang sengaja menampakkan diri. Iblis sedang membawa semacam jaring, sehingga Yahya bertanya : "Untuk apa engkau membawa jaring seperti itu?". Iblis menjawab : "Ini adalah semacam lambang kenikmatan sahwat. Ia saya pergunakan untuk menjaring manusia yang tertipu oleh maksiat sahwat."

Firman Allah SWT :

"Adapun orang yang takut kepada kebesaran tuhannya, serta menahan diri dari keinginan hawa nafsuya, maka surga jua yang akan menjadi tempat tinggalnya."







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa