Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Tauhid » Kitab-Kitab Islam » Kitab Taurot Bag. II
Kitab Taurot Bag. II
Selain Sepuluh Firman atau Perintah Allah SWT tersebut, Nabi Musa as. juga menerima wahyu lain tentang cara melaksanakan sholat, berqurban, upacara, dan lain sebagainya. Dalam menyiarkan ajaran tersebut, Nabi Musa as., di...
Selasa, 17 Januari 2012

Sepuluh Firman atau Perintah yang mencakup asas-asas akidah (keyakinan) dan asas-asas syariat (kebaktian) itu termuat dalam kitab Keluaran pasal 20: 1-17 dan Kitab Ulangan pasal 5: 1-21. Sepuluh Perintah Allah SWT tersebut sebagai berikut:

  1. keharusan mengakui ke-Esa-an Allah dan mencintai-Nya.
  2. larangan menyembah patung atau berhala, sebab Allah SWT tidak dapat diserupakan dengan makhluk-makhluk-Nya baik yang ada di langit, di darat, maupun di air.
  3. perintah menyebut nama Allah SWT dengan hormat
  4. perintah memuliakan hari Sabat (sabtu)
  5. perintah menghormati ayah-ibu
  6. larangan membunuh sesama manusia
  7. larangan berbuat cabul (mendekati zina)
  8. larangan mencuri
  9. larangan berdusta (menjadi saksi palsu)
  10. larangan berkeinginan memiliki atau menguasai barang orang lain dengan cara yang tidak benar.

Selain Sepuluh Firman atau Perintah Allah SWT tersebut, Nabi Musa as. juga menerima wahyu lain tentang cara melaksanakan sholat, berqurban, upacara, dan lain sebagainya. Dalam menyiarkan ajaran tersebut, Nabi Musa as., dibantu oleh saudaranya, Nabi Harun as.

Hanya saja, yang patut disesalkan, beberapa waktu lamanya setelah Nabi Musa as. wafat, isi kitab Taurot diubah oleh pemuka Yahudi. Sebagian firman Allah SWT dalam kitab tersebut mereka gelapkan, sebagaimana telah diberitakan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana semestinya saat mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia." Katakanlah (Muhammad): "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurot) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu mem­perlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek-moyangmu." Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)". Kemudian (setelah itu) biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. (QS. 6/Al-An’am: 91) Maksudnya Nabi Muhammad saw disuruh meninggalkan orang-orang yang mempermainkan agama setelah menyampaikan petunjuk yang benar.

Di antara isi Kitab Taurot yang diubah adalah tentang kerosulan Muhammad dan sifat-sifatnya. "Apakah kamu (muslimin) sangat  mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahui." (QS. 2/Al-Baqoroh: 75) Ayat ini menegaskah bahwa segolongan orang Yahudi telah mengubah isi Taurot, antara lain yang berhubungan dengan kerosulan Muhammad saw.

Setelah adanya perubahan isi dalam kitab Taurot tersebut, masihkah kita wajib mempercayainya? Disini perlu kiranya penulis kutipkan cara menyikapi kitab Taurot seperti yang diterangkan dalam Ensiklopedi Islam Indonesia karya Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta: Djambatan, 1992.

"... Oleh karena itu keimanan umat Islam dengan Taurot sebagai satu di antara kitab-kitab suci yang diwahyukan sebelum Al-Qur’an, sudah cukup dalam bentuk membenarkan berita Al-Qur’an dan hadits Nabi, bahwa dulu Nabi Musa menerima firman-firman Tuhan, yang dinamakan dengan Taurot. Sebagian firman-firman yang disampaikan kepada Musa itu disebutkan dalam Al-Qur’an dan apa yang disebutkan Al-Qur’an itu tentu dipercaya sebagai bagian dari kandungan Taurot".







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa