Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Jin
Selain Malaikat, Allah SWT juga menciptakan makhluk gaib yang bernama jin. Di antara golongan jin ada yang dinamakan iblis dan setan. Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ’Sujudlah
Sabtu, 10 Maret 2012

Selain Malaikat, Allah SWT juga menciptakan makhluk gaib yang bernama jin. Di antara golongan jin ada yang dinamakan iblis dan setan. Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ’Sujudlah kamu kepada Adam.’ Maka mereka pun sujud, kecuali iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya." (QS. 18/Al-Kahfi: 50)


Jin

Kata Al-Jin diambil dari kata Al-Ijtinan, yang bermakna As-Satr (tirai atau penutup). Maksudnya, mahluk halus yang tersembunyi. Tidak tampak oleh indra penglihatan manusia.

Jin memiliki ilmu pengetahuan yang lebih luas, dengan jumlah lebih banyak, dan berusia lebih panjang dari manusia. Tempat hidup mahluk ini berbeda-beda. Mereka ada yang hidup di air, di udara, dan di bawah bumi. Nabi Muhammad saw. bersabda: "Jin itu terdiri dari tiga golongan. Segolongan memiliki sayap yang bisa terbang di angkasa, segolongan berwujud ular, dan segolongan lagi yang tempat tinggalnya berpindah-pindah." (HR. Thobroni).

Allah SWT menciptakan Jin lebih dulu, sebelum menciptakan manusia. "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum Adam dari api yang sangat panas." (QS. 15/Al-Hijr: 27). Jin diciptakan dari api "Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap." (QS. 55/Ar-Rohman: 15)

Jin ini juga memiliki beberapa persamaan dengan manusia.

  1. Jin juga diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. "Aku tidak mencintakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. 51/Adz-Dzariyat: 56).
  2. Di antara jin juga ada yang mau mendengarkan Al-Qur’an "Katakanlah (Muhammad): Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan Al-Qur’an), lalu mereka berkata: ’Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al- Qur’an)’." (QS. 72/Al-Jin: 1)
  3. Di antara Jin juga ada yang kafir dan ada yang beriman. "Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda." (QS. 72/Al- Jin: 11)
  4. Jin berkerumun menyaksikan Nabi Muhammad saw. beribadah. "Dan sesungguhnya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya, (melaksanakan sholat) mereka (jin-jin) berdesakan mengerumuninya." (QS. 72/Al-Jin: 19)

Jenis (bangsa) jin menurut Sayyid Abdullah Husein dalam bukunya, Menyingkap Rahasia Jin, Setan dan Malaikat, dapat dibagi sebagai berikut:

  • Iblis, yaitu bapak dari segala jin
  • Asy-Syaithon, yaitu setan.
  • Al-Maroddah, yaitu peragu.
  • Al-’Afarit, yaitu ’Ifrit (penipu).
  • Al-A’wan, yaitu para khodam (penolong)
  • Al-Ghowwashun, yaitu penyelam.
  • Ath-Thoyyarun, yaitu penerbang.
  • At-Tawabi, yaitu pengikut (pengekor)
  • Al-Qoma, yaitu kawan (yang mengawani)
  • Al-’Amar, yaitu pemakmur (golongan yang meramaikan).

Dari sepuluh golongan jin di atas, hanya dua di antaranya yang dapat diterangkan agak rinci, yaitu: Al-’Afarit atau Ifrit (penipu), dan setan. Untuk setan kami uraikan dalam sub judul tersendiri.

Ifrit adalah golongan jin yang terkenal pandai menipu, licik akalnya, dan berhati busuk terhadap manusia. Golongan ini dikaruniai Allah SWT kegagahan dan kekuatan. Dalam Al-Qur’an digambarkan tentang jin Ifrit yang menjawab tantangan Nabi Sulaiman as. untuk mengambil istana Ratu Bilqis. Berkata ‘Ifrit dari golongan jin, "Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu. Dan sungguh aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya." (QS. 27/An-Naml: 39)

Hanya sekali di ayat itulah jin Tfrit disebutkan di dalam Al- Qur`an. Tentang takdirnya sebagai penipu yang selalu menganggu manusia diterangkan dalam hadits. Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya jin `Ifrit telah menggangguku (melintas di hadapanku) semalam, untuk memutuskan sholatku. Lalu Allah meneguhkan aku. Hampir aku menambatkannya di sebuah tiang di antara tiang-tiang masjid, sehingga kalian (para sahabat) pagi-pagi menyaksikannya. (Saat itu) aku menyebut perkataan saudaraku, Nabi Sulaiman as.: `wahai Tuhanku, ampunilah aku. Dan karuniakanlah kepadaku kerajaan (yang meliputi seluruh golongan manusia, jin, dan binatang) yang tidak akan diperoleh seorang pun sesudahku`." (HR. Bukhori)







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa