Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Tauhid » Tarekat » Macam Macam Tarekat ( bag 2 )
Macam Macam Tarekat ( bag 2 )
Tarekat Naksyabandiyah | Pendiri tarekat Naksyabandiyah ialah Muhammad bin Bahauddin Al-Uwaisi Al-Bukhori (717-791 H).
Senin, 16 Juli 2012

B. Tarekat Naksyabandiyah

 

Pendiri tarekat Naksyabandiyah ialah Muhammad bin Baha’uddin Al-Uwaisi Al-Bukhori (717-791 H). Ulama sufi yang lahir di desa Hinduwan - kemudian terkenal dengan Arifan, beberapa kilometer dari Bukhoro ini dikenal juga dengan nama naksyabsndi (artinya lukisan) karena ia ahli dalam memberikan gambaran kehidupan yang gaib-gaib. Kata Uivais pada namanya, karena ia ada hubungan nenek dengan Uwais Al-Qorni. Ia sendiri banyak memperoleh pelajaran ilmu hakikat dari Uwais Al-Qorni, lalu mendapatkan pendidikan kerohanian dari wali besar Abdul Kholik Al-Khujdawani yang juga murid Uwais, dan menimba ilmu tasawuf kepada ulama yang ternama kala itu, Muhammad Baba Al-Sammasi.

Tarekat Naksyabandiyah mengajarkan dzikir-dzikir yang sangat sederhana, namun lebih mengutamakan dzikir dalam hati dari pada dzikir dengan lisan. Ada enam yang dipakai sebagai pegangan untuk mencapai tujuan dalam tarekat ini, yaitu: a) tobat; b) uzla (mengasingkan diri dari masyarakat ramai yang telah dianggapnya telah mengingkari ajaran-ajaran Allah dan beragam kemaksiatan, sebab ia tidak mampu memperbaikinya); c) zuhud; d) taqwa; e) qonaah (menerima dengan senang hati segala sesuatu yang dianugerahkan oleh Allah SWT); dan f) taslim

Hukum yang dijadikan pegangan dalam tarekat Naksya­bandiyah ini, juga ada enam, yakni: a) ma’rifat; b) yakin (percaya sepenuhnya tanpa keraguan sedikitpun); c) sakho; d) sedekah (memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain); e) syukur (mensyukuri nikmat Allah SWT dengan jalan meningkatkan amal ibadah dan usaha yang diniatkan karena Allah semata); dan f) tafakkur (memikirkan segala sesuatu yang dijadikan Allah SWT.

Oleh karena itulah ada enam kewajiban yang harus dikerjakan dalam tarekat ini, yakni: a) dzikir; b) meninggalkan hawa nafsu; c) meninggalkan kesenangan duniawi; d) melak­sanakan segenap ajaran agama dengan sungguh-sungguh; e) senantiasa berbuat baik (ihsan) kepada semua makhluk Allah SWT; dan f) mengerjakan amal kebaikan.







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa