Or signin with
Logo Abatasa Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Tauhid » » Syarat Rukun Puasa Wajib
Syarat Rukun Puasa Wajib
Syarat-syarat yang mewajibkan seseorang mengerjakan puasa pada Bulan Romadhon, dan Rukun puasa wajib Bulan Romadhon ada dua:
Sabtu, 21 Juli 2012

A. SYARAT RUKUN PUASA WAJIB
Syarat-syarat yang mewajibkan seseorang mengerjakan puasa pada Bulan Romadhon, adalah:
a. Islam;
b. baligh. Jadi anak yang belum baligh tidak wajib berpuasa, namun jika sudah berusia tujuh tahun harus dilatih berpuasa. Hal ini diqiyaskan dengan anjuran melatih anak-anak mengerjakan sholat. Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Perintahlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka jika tidak mengerjakan sholat setelah berusia sepuluh tahun." (HR. Abu Dawud, dan Hakim, dari Ibnu Umar ra.)
c. berakal. Jelaslah bahwa orang gila tidak wajib berpuasa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Telah diangkat pena dari tiga macam orang, yakni:
=> orang gila hingga ia waras;
=> dari orang tidur hingga ia terjaga; dan
=> dari anak kecil hingga baligh." (HR Ahmad dari Ali bin Abu Tholib)
Yang dimaksud dengan "diangkat pena" di sini adalah or¬ang itu tidak terbebani kewajiban; dan perilaku tercelanya tidak terhitung dosa.
d. sehat. Orang yang sakit tidak wajib berpuasa, namun harus menggantinya pada hari yang lain ketika kesehatannya sudah pulih kembali.
e. mampu. Jadi orang yang tidak mampu boleh tidak berpuasa dengan membayar fidiyah. "Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin." (QS. 2/ Al-Bacjoroh: 184) Yang tergolong "berat menjalankannya", adalah orang yang sakit keras, orang yang sudah lanjut usia, dan para pekerja berat seperti kuli panggul. Sebab puasa bagi mereka boleh jadi akan membuat mereka bertambah menderita.
f. bukan musafir atau tidak sedang dalam perjalanan.

 

Rukun puasa wajib Bulan Romadhon ada dua:
1. Niat, yaitu berketetapan hati (azam) untuk mengerjakan puasa sebagai ibadah kepada Allah SWT dan taqorrub (mendekatkan diri) kepada-Nya.
Niat puasa wajib harus dilakukan pada malam sebelumnya. Muhammad Rosulullah satu, bersabda, "Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malamnya sebelum terbit fajar, maka tiada puasa baginya". (HR. Lima ahli hadits)
Jelaslah bahwa orang yang akan melakukan puasa wajib pada bulan Romadhon, haruslah melafalkan niat pada malam hari sebelumnya. Jika tidak, maka puasa yang dia lakukan pada esok harinya tidak sah. Karena itu para ulama salaf mentradisikan melafalkan niat puasa wajib bulan Romadhon usai sholat witir secara bersama-sama dalam bahasa Arab. Tujuannya, antara lain: => agar kita tidak lupa berniat puasa pada esok harinya;
=> mengajarkan kepada anak-anak kita, bahwa puasa wajib harus didahului dengan niat;
=> melatih mereka dalam berniat berpuasa itu sendiri serta membacanya dalam bahasa Arab secara benar.
Berikut ini bacaan niat berpuasa:

  "Nawaitu shouma ghodin ’an adaai fardhi syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aalaa 

(aku niat berpuasa sehari besok untuk memenuhi kewajiban puasa bulan Romadhon karena Allah Ta’ala)"
Imsak, yaitu menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual suami istri dan semua hal yang dapat membatalkan puasa dari sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

 







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa