Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Pustaka » Tauhid » Kitab-Kitab Islam » Pembukuan Dan Penggandaan Al-Qur`an Bag. II
Pembukuan Dan Penggandaan Al-Qur`an Bag. II
Setelah lembaran-lembaran itu sampai di tangan Kholifah Utsman, beliau memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa`id bin Ash, dan Abdur Rohman bin Harits ibnu Hisyam untuk menyalinnya ke dalam mushhaf.
Senin, 30 Januari 2012

Pada Masa Kholifah Utsman ra. suhuf-suhuf itu dipindahkannya ke beberapa mushhaf. Anas ra. menceritakan, bahwa Hudzaifah ibnul Yaman (saat itu bertugas menjadi Panglima Perang untuk membuka Kota Armenia dan Adzerbaijan bersama-sama penduduk Syam dan Irak) terkejut mendapati perselisihan di antara para sahabat dalam membaca Al-Qur’an. Lalu ia datang menghadap Kholifah Utsman. "Ya Amirul Mukminin, tanggulangilah umat ini sebelum mereka berselisih pendapat dalam Kitabullah seperti perselisihan yang terjadi di kalangan umat Yahudi dan umat Nasrani." Maka Kholifah Utsman mengirimkan utusan kepada Hafshoh (dengan membawa pesan): "Kirimkanlah kepadaku lembaran- lembaran Al-Qur’an yang ada padamu. Kami akan menukilnya ke dalam mushhaf-mushhaf. Setelah itu akan kami kembalikan lagi kepadamu."

Setelah lembaran-lembaran itu sampai di tangan Kholifah Utsman, beliau memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa’id bin Ash, dan Abclur Rohman bin Harits ibnu Hisyam untuk menyalinnya ke dalam mushhaf. Beliau juga berpesan kepada golongan Kabilah Quraiys yang tiga orang tersebut: "Jika kalian berselisih pendapat dengan Zaid bin Tsabit mengenai sesuatu dari Al-Qur’an, maka tuliskanlah oleh kalian dalam dialek Quraisy, karena sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan dengan dialek mereka.

Karena Al-Qur’an itu ditulis dalam bentuk mushhaf (bundelan naskah) pada masa Kholifah Utsman bin Affan rav maka terkenal dengan sebutan mushhaf Utsman dan dijadikan standar Al-Qur’an hingga dewasa ini. Kala itu Al-Qur’an ditulis sebanyak enam mushhaf lalu dikirim ke Mekah, Kufah, Basroh, Syam, dan Madinah. Sedangkan satu mushhaf lagi disimpan sebagai arsip. Lalu beliau memerintahkan agar semua lembaran Al-Qur’an dan mushhaf selain hasil salinan Zait bin Tsabit dan tiga sahabat lainnya harus dibakar.

Setelah Kholifah Utsman terbunuh, Mushhaf Al-Qur’an yang beliau simpan diambil oleh Bani Umayya dan di bawa ke Andalusia saat Kerajaan Islam berpindah ke Andalus. Selanjutnya Mushhaf Al-Qur’an itu, diduga disimpan di Masjid Kordova, kemudian dibawa ke Fez, Maroko.

Zaib bin Tsabit mengungkapkan, "Aku kehilangan satu ayat dari surat Al- Ahzab ketika kami sedang menyalinnya ke dalam mushhaf, padahal aku pernah mendengarnya langsung dari Rosulullah saw. ketika beliau sedang membacakannya. Maka kami segera mencarinya dan ternyata kami dapat menjumpainya pada Khuzaimah bin Tsabit Al-Anshori. Yakni firman-Nya: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah." (yakni surat Al-Ahzab ayat 23) (Atsar Riwayat Bukhori dan Tirmidzi)







comments powered by Disqus
Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Audio Ceramah
Zina Menghapus Rezeki
KH. Yusuf Mansyur Zina Menghapus Rezeki
Rahasia Tenang Dunia Akhirat
K.H Abdullah Gymnastiar Rahasia Tenang Dunia Akhirat
Kun Fayakun
KH. Yusuf Mansyur Kun Fayakun
connect with abatasa